Polisi berusaha Keras tangkap para Tersangka penganiayaan mahasiswa ULM

  • Whatsapp
[]istimewa MENINGGAL DUNIA - Korban penusukan yang dialami Muhammad Wildan, hingga menyebabkan meninggal dunia.

Banjarmasin, kalselpos.com -Kasus pengeroyokan yang menyebabkan melayangnya nyawa Muhammad Wildan (19), mahasiswa asal Tanah Bumbu (Tanbu), hingga kini belum menemui titik terang.

Imbasnya, keluarga korban menilai kinerja polisi terbilang lamban dalam mengusut kasus ini.

Bacaan Lainnya

Keluarga beserta saksi diminta datang ke Satreskrim Polresta Banjarmasin, pada Kamis (25/2/2021) lalu.

“Setelah 20 hari kejadian, baru hari ini (Kamis), Putra, teman korban yang saat kejadian ada di TKP dimintai keterangan oleh polisi. Sebelumnya tidak ada,” ucap Halim, sepupu korban di Banjarmasin.

Dirinya sangat menyayangkan hal tersebut. Karena, kasus ini terbilang tak bisa dianggap sebelah mata.

“Walaupun korban tak meninggal pun, mestinya kasus ini tidak bisa dianggap enteng. Apalagi ini sampai meninggal,” ucap Halim.

Meski diakui, jika selama ini keluarga, khususnya ayah korban tidak proaktif berkomunikasi dengan pihak kepolisian. “Iya. Dikira setelah lapor, maka tersangka pelaku akan segera dicari. Nyatanya tidak,”

Kendati demikian, Halim pun mengatakan, keluarganya akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Dia berharap, polisi bisa sesegera mungkin untuk menangkap kedua pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi saat dikonfirmasi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berusaha keras melakukan penyelidikan.

“Kasusnya sedang dalam penyelidikan. Saat ini kami terkendala minimnya saksi-saksi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengeroyokan terjadi di sebuah warung nasi goreng, kawasan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin Selatan, Jumat (5/2) dini hari.

Wildan dikeroyok dengan senjata tajam oleh dua orang tak dikenal, hanya gara-gara persoalan sepele, yakni tak sengaja menatap ke arah para pelaku.

Ketika itu, korban sedang bersama temannya Putra yang berniat membeli nasi goreng.

Di waktu bersamaan, ada dua tersangka bersama dua temannya juga hendak membeli nasi goreng.

Saat itu, ponsel salah satu tersangka berdering. Mendengar bunyi ponsel, korban spontan menengok ke arah para tersangka.

Hal itu yang disinyalir membuat salah satu tersangka tak senang. Cekcok pun terjadi.

Singkat cerita, dua orang tiba-tiba menyerang Wildan dengan membabi-buta menggunakan senjata tajam yang telah dikantonginya.

Sejurus kemudian, korban roboh dengan lima luka tusuk bersarang di tubuhnya. Ia langsung dibawa oleh Putra ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Sempat sepekan dirawat di rumah sakit, korban kemudian diperbolehkan untuk menjalani rawat jalan.

“Dirawat di rumah paman, Jalan Lingkar Dalam, Gang Berkat Ibu, Pekapuran Raya, Banjarmasin Selatan,” kata Halim.

Selama dirawat di rumah pamannya, sebut Halim, korban masih kerap mengeluh sakit, hingga pada hari Sabtu (20/2), ayah korban memutuskan untuk membawa korban pulang ke rumahnya di Batulicin.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia pada hari Senin lalu.

Ironisnya, para tersangka pelaku, hingga saat ini masih belum dilaporkan tertangkap.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : ahmad fauzie/ rel
Editor : s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya