Terdakwa pembunuh Suami akhirnya ngaku Menyesal

[]istimewa TERDAKWA PEMBUNUH SUAMI – LN (40), terdakwa kasus pembunuhan suami saat disidangkan secara virtual di Pengadilan Negeri Pulang Pisau, Rabu (30/9) lalu.

Pulang pisau,kalselpos.com– Berbeda sekali saat gelar perkara sebelumnya, di mana terdakwa pembunuh suami, yakni L alias H (40), ini seolah memperlihatkan jika dirinya tak bersalah. Saat itu yang bersangkutan terlihat sangat tenang, menceritakan kronologi perbuatannya membunuh hingga memotong (maaf) kemaluan milik sang suami.


Namun, di persidangan dengan agenda pembelaan, terdakwa L mengaku menyesali semua perbuatannya. Wanita yang tergolong sadis melakukan pembunuhan atas suaminya bernama Halidi bin Jumra (39), itu juga berucap kepada majelis hakim yang menyidangkannya, untuk dapat meringankan hukumannya.
Demikian salah satu poin yang disampaikan terdakwa dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pulang Pisau, Kalteng, Rabu (30/9) lalu.
Sidang yang digelar secara virtual, ini dipimpin majelis hakim yang diketuai Agung Nugroho SH, dengan anggota Ismaya Salindri SH dan Dwi Fajriyah SH.
Dalam pembelaannya, terdakwa L menyesal telah melakukan perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi di kemudian hari. Terdakwa juga mengaku masih ada tanggungan tiga orang anak, sehingga mengajukan permohonan kepada majelis hakim memutuskan hukuman yang seringan-ringannya.
Sementara penasihat hukum terdakwa, Ismael SH, menyampaikan jika terdakwa L telah menyesali perbuatannya. Selama persidangan, terdakwa berterus terang dan tidak menyulitkan jalannya persidangan.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Torry Saputra SH menuntut terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 44 ayat (3) UURI Nomor 23 Tahun 2004, serta Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara selama 15 tahun.
Sekedar meningatkan kasus pembunuhan tergolong sadis dalam lingkungan keluarga, di sebuah dusun di Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pusau, itu terjadi pada Minggu (23/2), sekitar pukul 09.00 WIB.
Terbongkarnya kasus pembunuhan ini berawal dengan gegernya penemuan sesosok mayat pria tanpa busana, hanya bercelana dengan luka di leher dan perut yang robek serta usus terburai ke luar. Setelah diperiksa, ternyata kemaluan korban juga terpotong. Keberadaan mayat ini pun langsung diselidiki pihak kepolisian, guna mengungkap misteri di balik temuan mayat tersebut.
Korban pembunuhan sendiri adalah Halidi bin Jumra (39), sementara tersangka pelakunya adalah istrinya sendiri, yakni L alias H (40).
Kejadian diawali karena korban diduga berguru ke satu tempat di Kalimantan Selatan, setelah itu pulang Kecamatan Kahayan Kuala dan berperilaku aneh. Korban belakangan menjadi apatis, atau tidak perduli pada lingkungan. Kerja tidak mau, dan pada istri yang notabene adalah pelaku pembunuhan, sebelumnya juga tidak diperdulikan, dengan kata lain ‘tidak dinafkahi lahir batin’.
Kuat dugaan, dari akumulasi kekesalan inilah, pelaku L jadi tega menghabisi nyawa suaminya itu, sekaligus ‘memangkas’ alat kelamin laki – laki, yang dinikahinya tersebut.
Dipaparkannya, sebelum kejadian, tiga anak korban dan pelaku baru pulang sekolah, karena sekolah agama liburnya pada Jumat. Pada saat tinggal berduaan itulah, pelaku melihat sang suami seperti melakuan semacam ritual. Kesal, pelaku pun langsung mengambil pisau di dapur, kemudian menghabisi nyawa suaminya itu.
Diceritakan pula, saat kejadian menghabisi korban itu, pelaku duduk di samping korban, yang lantas menggorok leher Halidi sebanyak dua kali. Lalu menyayat perut, sampai usus korban terburai ke luar. Pelaku L sempat membiarkannya sebentar. Melihat suaminya tidak bergerak lagi, pelaku kemudian menyeret korban ke luar rumah sampai 30 meter di dekat parit dekat pohon.
Di posisi itu, pelaku L tersangka belum puas melihat keadaan korban. Dia pun kembali ke rumah mengambil pisau, lantas menurunkan celana korban, dan memotong alat kelamin suaminya itu, sebelum membuang pisau beserta alat kelamin tersebut ke semak-semak.
Ironisnya, pelaku kemudian memasangkan kembali celana korban. Dengan mengunakan baju korban, sang isteri tergolong ‘sadis’ ini, kemudian membersihkan ceceran darah.
Sementara, pelaku L alias H saat diwawancarai, menceritaan kronologis bagaimana cara menghabisi korban yang notabene suaminya sendiri, dengan alasan tidak pernah lagi mendapatkan nafkah, termasuk diajak tidur bersama.

Bacaan Lainnya

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: iwan cavalera
Editor : bambang CE