Tak bayar taruhan Biliar, Mandau pun ‘ikut Bicara’

Tersangka penganiayaan, FI usai diamankan di Polsek Banama Tingang, Rabu (16/9), sekitar pukul 20.10 WIB.

Pulang Pisau, kalselpos.com – FI, seorang pria berusia 35 tahun, yang menjadi tersangka pelaku penganiayaan di wilayah Sei Habungen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, akhirnya berhasil ditangkap. Pria yang diduga telah menganiaya korban Marsel (22), ini ditangkap, pada Rabu (16/9) sekitar pukul 20.10 WIB.

.
2. Anggota Polsek Banama Tingang saat mengamankan FI, tersangka penganiayaan di wilayah Sei Habungen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Yuniar Ariefianto SH SIK MH melalui Kapolsek Banama Tingang, Iptu Ivan Danara Oktavian, membenarkan diringkusnya tersangka pelaku tindak pidana penganiayaan sebagaimana disebutkan Pasal 351 ayat (1) atau ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan.
Diterangkan, tersangka diringkus dalam selang waktu kurang lebih 10 jam, setelah melakukan penganiayaan terhadap korban di area Sei Habungen. “Tersangka berhasil diamankan di area sekitar tempat kejadian tanpa ada perlawanan,” ujarnya.
Dijelaskan, awal kejadian tersangka dan korban sedang melakukan pertandingan biliar dengan syarat siapa yang kalah membayar koin main, ditambah dengan uang taruhan sebesar Rp50.000. “Setelah set ke lima, permainan selesai. Karena merasa menang, lantas tersangka meminta korban membayar semua koin biliar tersebut, namun korban menolaknya,” jelas Ivan.
Setelah itu, tersangka izin pergi ke pondok menggunakan sepeda motor korban. Namun ternyata tersangka, diam-diam malah mengambil parang jenis Mandau miliknya. Setibanya di lokasi dia langsung menghampiri korban dan menarik bajunya dari belakang sambil berkata, “Kamu ambil sepeda motor mu di sana, karena sudah saya ceburkan ke kolam.”
Mendengar itu, korban langsung marah-marah, lalu pergi dengan maksud ingin melihat sepeda motornya. Tidak berselang lama, tersangka langsung menghadang korban, sehingga terjadi lah perkelahian antara keduanya.
Tersangka memukul muka korban menggunakan stik biliar, selajutnya dipukul menggunakan kumpang Mandau, dan ujung senjata tajam khas Kalimantan itupun ‘ikut bicara’, hingga mengenai hidung dan pelipis mata sebelah kanan korban, sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi, demikian Iptu Ivan Danara Oktavian.

Bacaan Lainnya

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: iwan cavalera
Editor: bambang CE

Tinggalkan Balasan