Imbas Corona, Kekosongan Pewarna hingga Turunnya Omzet Pengrajin Sasirangan

  • Whatsapp
Pengrajin sasirangan yang terdampak akibat virus Corona di Kota Banjarmasin (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Dampak pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin sangat terasa bagi para pengrajin kain sasirangan.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya yang dialami Alya Sasirangan, selama pandemi, salah satu produsen dari kain khas suku Banjar itu tidak bisa maksimal dalam menghasilkan produk andalannya, yakni sasirangan.

Salah seorang pengrajin sasirangan yang bekerja di tempat tersebut, Hadi mengatakan, selama pandemi pihaknya kesulitan mencari pewarna kain di Banjarmasin. Sehingga harus membelinya dari pulau jawa.

“Itu pun juga sulit, kadang ada kadang juga kosong pewarnanya. Soalnya di Banjarmasin masing kosong,” ucapnya saat dijumpai kalselpos.com di gerai jualannya, Kamis (20/08/2020) siang.

Selain itu, ia mengaku saat ini intensitas pembeli terhadap kain sasirangan miliknya juga terkena dampak. bahkan stok kain polos di tempatnya menumpuk hampir 500 lembar tidak bisa diwarna lantaran sakingvsepinya pembeli.

“Pembeli yang sangat berkurang ini tentu sangat berpengaruh dengan kondisi modal kami yang masih belum bisa berputar,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu mengakibatkan penurunan terhadap omzet produsen kain sasirangan yang berlokasi di Jalan Sungai Jingah, Kelurahan Sungai Jingah,Kecamatan Banjarmasin Utara itu yang biasanya bisa mencapai 20 juta perbulannya, setelah ada Covid-19 hanya bisa menadapatkan 5 juta saja.

“Gara-gara itu banyak pengurangan tenaga kerja di sini, awalnya karyawan berjumlah 15 orang. Kini hanya tersisa 5 orang saja yang bisa dipekerjakan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Hadi mengaku tetap berusaha keras untuk bisa mempertahankan eksistensi kain sasirangan di tengah wabah virus Corona saat ini dengan mempromosikannya melalui sosial media.

Disamping itu, hal itu dilakukannya juga untuk menghidupi 5 karyawan yang saat ini masih dipertahankan untuk bekerja sebagai pengrajin sasirangan di tempat tersebut.

“Kita sebagai pengrajin yang terdampak hanya bisa berharap agar wabah ini cepat selesai, dan bisa mengembalikan para wisatawan yang menjadi target utama dari penjualan kain khas Banjar ini untuk berkunjung lagi ke Banjarmasin,” harapnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.