Kandangan, kalselpos.com–
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi Anti-Radikalisme bertema “Membentengi Gen-Z dari Propaganda Radikalisme di Ruang Siber” yang digelar di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (6/7).
Plt Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten HSS atas inisiatif strategis ini. Apresiasi tersebut disampaikan secara tertulis oleh Kasubbid Penanganan Konflik Bidang Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kalsel, Israjudin.
Menurut Ronny, perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar bagi pendidikan dan komunikasi. Namun, ruang digital juga rawan disalahgunakan untuk menyebarkan radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, hoaks, dan propaganda yang mengancam persatuan.
“Generasi Z merupakan kelompok paling aktif menggunakan media digital. Mereka rentan terhadap pengaruh negatif jika tidak memiliki literasi digital, pemahaman kebangsaan, serta daya kritis dalam menyaring informasi,” ujar Ronny dalam sambutan tertulisnya.
Ia menegaskan, pencegahan radikalisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan. Dunia pendidikan dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun karakter siswa berdasarkan nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Ronny juga mengajak kepala sekolah dan guru menjadi garda terdepan dalam menanamkan toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air. Selain sekolah, peran keluarga sangat penting dalam mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak.
Bakesbangpol Kalsel berkomitmen memperkuat pencegahan melalui pendidikan wawasan kebangsaan dan peningkatan literasi digital. Komitmen ini dijalankan lewat sinergi bersama aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta program edukasi berkala bersama Densus 88 Antiteror Polri.
“Upaya pencegahan jauh lebih efektif dibanding penindakan. Sosialisasi ini adalah langkah nyata membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman ideologi digital,” pungkas Ronny seraya berharap peserta aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





