Banjarmasin, kalselpos.com – Bank Kalsel segera merealisasikan komitmennya untuk menjadi bank devisa. Saat ini, persiapan telah memasuki tahap akhir dan layanan transaksi internasional tersebut ditargetkan resmi beroperasi pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kepastian ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fakhrudin, saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Selasa.
Fakhrudin menjelaskan bahwa seluruh proses panjang menuju operasional bank devisa telah dilewati. Usai mengantongi izin prinsip pada akhir Desember 2025, manajemen fokus menuntaskan puluhan persyaratan dari regulator.
“Persyaratan tersebut meliputi aspek administratif, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM),” ujar Fakhrudin.
Dengan status baru ini, Bank Kalsel nantinya dapat melayani berbagai transaksi mata uang asing. Layanan tersebut mencakup transfer internasional, pembukaan rekening valas, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional.
Fakhrudin menegaskan, pencapaian besar ini tidak lepas dari kolaborasi serta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan daerah.
Ia optimistis status bank devisa akan mendongkrak daya saing Bank Kalsel di industri perbankan dan membuka peluang bisnis yang jauh lebih luas.
“Kami memiliki ruang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, khususnya sektor perdagangan internasional. Semoga ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kalsel,” tambahnya.
Di sela pertemuan, Fakhrudin juga berharap sinergi antara Bank Kalsel dan insan pers, khususnya PWI Kalsel, terus berjalan harmonis demi mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah.
Merespons hal itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Helmie, menyambut positif lompatan besar Bank Kalsel. Langkah ini dinilai sangat tepat mengingat potensi ekonomi Kalsel yang kaya akan sektor pertambangan, perkebunan, dan perdagangan.
“Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu menyokong aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” pungkas Zaenal.
Melalui status bank devisa, Bank Kalsel kini siap memperluas jangkauan layanan kepada para pelaku usaha, eksportir, investor, hingga masyarakat luas yang membutuhkan transaksi lintas negara.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





