BANJARMASIN, Kalselpos.com – Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau, kenyataan di lapangan justru berbeda.
Curah hujan yang masih tinggi ditambah pasang air laut membuat sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin kembali dikepung banjir rob.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi, mengatakan kondisi pasang air laut saat ini sedang berada pada titik tertinggi dalam sepekan ke depan. Situasi itu diperparah dengan intensitas hujan yang masih sering turun di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.
“Dari informasi BMKG kita memang sudah memasuki masa kemarau. Tapi kenyataannya sampai saat ini curah hujan masih tinggi, ditambah pasang air laut juga sedang tinggi-tingginya,” ujar Budi, Rabu (20/5/26) sore.
Menurutnya, genangan air kini mulai muncul di sejumlah ruas jalan hingga kawasan permukiman warga. Untuk jalan raya, ketinggian air rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Sedangkan di beberapa kawasan perumahan, genangan bahkan mencapai 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
“Seperti di daerah Perdagangan dan japri zam-zam, air cukup tinggi. Itu karena kombinasi hujan dan rob,” katanya.
BPBD Banjarmasin sendiri mengaku terus bersiaga menghadapi potensi banjir rob yang masih berlanjut. Personel disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan genangan.
“Kami standby terus. Anggota melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang tergenang berdasarkan laporan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti persoalan drainase di sejumlah kawasan yang dinilai belum mampu mengalirkan air secara maksimal. Salah satunya di kawasan Kayu Tangi yang memiliki aliran sungai mati sehingga memperlambat arus pembuangan air.
“Walaupun ada drainase, tapi jalur pengairannya tidak selancar yang kita harapkan,” tambah Budi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD aktif memberikan informasi dan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial resmi mereka, baik Facebook maupun Instagram. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu.
“Kami terus menyampaikan informasi berulang-ulang agar masyarakat bisa lebih waspada sedini mungkin,” ucapnya.
Meski belum ada permintaan evakuasi dari warga, BPBD mengaku sempat membantu sejumlah pengendara yang mogok akibat menerobos genangan air saat petugas melakukan patroli monitoring di lapangan.
“Kalau evakuasi belum ada. Tapi kemarin ada masyarakat yang kendaraannya mogok di jalan dan langsung dibantu anggota kami,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





