DPRD Banjarbaru Hadirkan Kafe Aspirasi, Inovasi Baru di Tengah Pengetatan Anggaran

Teks foto :  Ketua DPRR Kota Banjarbaru saat peresmian Kafe Aspirasi.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, Kalselpos.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan, DPRD Kota Banjarbaru memilih pendekatan berbeda. Daripada mengurangi kualitas layanan, mereka justru memperkenalkan terobosan baru berupa Kafe Aspirasi yang resmi diluncurkan di lingkungan gedung dewan, Kamis (30/4).

 

Bacaan Lainnya

Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar tempat penyedia konsumsi, tetapi juga dirancang sebagai ruang komunikasi yang lebih santai antara masyarakat dan anggota legislatif. Selain itu Kafe Aspirasi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi pelaku usaha lokal.

 

Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, menyebut ide tersebut muncul sebagai respons atas keterbatasan anggaran, khususnya pada pos konsumsi yang kini tidak lagi leluasa digunakan seperti sebelumnya.

 

Ia menyampaikan, kebutuhan jamuan tamu tetap harus dipenuhi, namun dengan pendekatan yang lebih produktif. Salah satunya dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar turut merasakan manfaat ekonomi dari aktivitas di lingkungan DPRD.

 

“Meski dalam kondisi efisiensi seperti sekarang, kita harus mencari cara agar pelayanan tetap berjalan. Kafe ini menjadi solusi, karena selain memenuhi kebutuhan konsumsi, juga membuka peluang usaha bagi UMKM,” ujarnya.

 

Ia menekankan, konsep kafe yang dibuat ini sengaja dibuat lebih terbuka dan tidak kaku. Ia berharap suasana informal dapat mendorong dialog yang lebih hangat dan produktif antara warga dan wakil rakyat.

 

Pengelolaan Kafe Aspirasi sendiri dipercayakan kepada sejumlah pelaku UMKM lokal melalui koordinasi dengan sekretariat DPRD. Skema ini dinilai mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung.

 

Ia berharap, soal mekanisme pembayaran. anggota dewan dapat ikut berkontribusi dengan mentraktir tamu yang datang.

 

Inovasi ini pun dinilai sebagai langkah adaptif di tengah tekanan fiskal. Selain menjaga fungsi pelayanan publik, kebijakan tersebut juga membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

 

“Harapannya, ini bisa menjadi peluang nyata bagi UMKM agar ikut berkembang melalui aktivitas di DPRD,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait