Banjarmasin, kalselpos.com –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gerakan tanam hortikultura cabai dan bawang merah yang dilaksanakan di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Fraksi Golkar, Muhammad Yani Helmi mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai responsif dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis.
Menurutnya, cabai dan bawang merah merupakan komoditas yang sangat memengaruhi pergerakan harga di pasaran.
Gerakan tanam hortikultura ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Wakil Bupati Banjar, perangkat kecamatan dan desa, kelompok tani Bina Tani, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Banjar. “Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi langsung pemerintah dalam memastikan pasokan pangan tetap aman” kata Yani Helmi Kamis (5/2/2026)
Pria yang kerab disapa Paman Yani ini menyampaikan cabai dan bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang sensitif terhadap fluktuasi harga dan berdampak langsung terhadap inflasi daerah.
Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang menekankan penguatan produksi pangan berbasis daerah.
Selain mendorong budidaya, Pemprov Kalsel juga memberikan bantuan pengembangan hortikultura kepada Kabupaten Banjar, meliputi bawang merah 10 hektare, jahe 10 hektare, jeruk 20 hektare, durian 10 hektare, dan pisang 10 hektare, lengkap dengan sarana kendaraan roda tiga.
Upaya kolaboratif ini menempatkan Kalimantan Selatan pada peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan Nasional, menggeser Provinsi Bali. Pemerintah optimistis capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani daerah.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





