Tersinggung dan Emosi, Warga Simpur tusuk Teman sendiri hingga Tewas

Teks Poto  []polres hss TERSANGKA PELAKU- MZ alias Amat (24) tersangka pelaku usai diamankan di Polres HSS.(kalselpos.com)

Kandangan, kalselpos.com

Tersinggung dan emosi dengan ucapan temannya yang ingin tinggal beres acara bakar-bakaran, dengan pengaruh minuman keras (miras), MZ alias Amat (24) warga Jalan Bukhari, Desa Simpur, Kecamatan Simpur, menusuk Zaynaidi (50) warga Jalan Bukhari, Muara Banta, Kecamatan Kandangan Kota, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) hingga tewas.

Bacaan Lainnya

 

Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontakan di Muara Banta, Kecamatan Kandangan Kota, Kabupaten HSS, Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 04.00 Wita.

 

Kapolres HSS, AKBP Muhammad Yakin Rusdi, membenarkan peristiwa dugaan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

 

“Diduga pelaku, MZ warga Jalan Bukhari, Desa Simpur, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS sudah diamankan di Polres HSS untuk di proses lebih lanjut,” ujar Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi.

 

Dijelaskannya, peristiwa tersebut berawal dari korban mengonsumsi minuman keras (miras) bersama Pansah, di Terminal Kota Kandangan, sekitar pukul 00.30 Wita.

 

Tak berselang lama, datang MZ bersama Ahmad Zaini, lalu korban mengajak mereka minum-minuman beralkohol hingga selesai.

 

Setelah selesai menegak miras, kata AKBP Yakin, korban mengajak untuk memasak ikan (bakar-bakar) di rumah Ahmad Zaini dan disetujui.

 

Selanjutnya, dengan mengunakan dua unit sepeda motor, mereka berempat dari terminal menuju Pasar Subuh mencari ikan untuk dimasak dan dimakan bersama.

 

Setelah mendapatkan ikan, mereka menuju ke rumah Ahmad Zaini di Muara Banta, Kecamatan Kandangan Kota, mereka membersihkan ikan yang didapat dari pasar teraebut.

 

“Ahmad Zaini membersihkan ikan di luar rumah, sedangkan Pansah, korban dan pelaku berada di ruang tamu, sambil mengisap lem fox,” terang AKBP Yakin.

 

Setelah itu, pelaku keluar dari rumah, kemudian korban mengucapkan kalimat, “Aku tahu makan aja lah”.

 

Mendengar ucapan tersebut, pelaku kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa dengan posisi berada di antara Pansah dan korban.

 

Tak lama kemudian, pelaku berdiri dan langsung mengambil sebilah senjata tajam jenis pisau yang berada di atas lemari di ruang tamu.

 

“Pelaku mendekati korban dan penusukan sajam ke arah dada, perut dan tangan kiri korban. Saat itu, korban sempat mengucapkan kata “maaf-maaf”, lalu berdiri dan berlari keluar rumah,” ujar Kapolres HSS.

 

Setelah peristiwa tersebut, Pansah keluar dari rumah dan langsung pulang ke rumahnya, sedangkan pelaku tetap berada di depan rumah.

 

“Mengetahui kejadian tersebut, pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres HSS untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polres HSS mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), namun situasi sudah dalam keadaan sepi.

 

“Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan adanya noda darah di badan jalan,” ujar AKBP Yakin.

 

Saat melakukan penyisiran, petugas menemukan seorang laki-laki mengenakan kaos warna merah dengan noda darah pada bagian dada, dalam posisi tergeletak di tanah dan sudah tidak bernyawa.

 

“Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Brigjend Hasan Basry Kandangan, dan hasil visum dituduh korban terdapat luka tusukan dibagian perut, dada, dan tangan kiri,” ujarnya.

 

Kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita , pelaku datang ke Polres HSS menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.

 

“Dari hasil intogerasi, motif pelaku melakukan penusukan, karena merasa tersinggung dan emosi kepada korban tidak ikut membantu saat bakar-bakar ikan,” pungkas AKBP Yakin.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait