Gerakan Kabupaten Layak Anak Menuju Tapin Maju

Teks foto Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani hadiri nonton bareng film edukatif bertema pencegahan perkawinan anak bersama anak anak pelajar, forum anak dan duta genre dan Pramuka, saka bakti Husada dan pengurus PKK Kabupaten Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Hj Faridah Yamani, menyerukan komitmen bersama untuk menekan angka perkawinan anak di Tapin. Ajakan itu disampaikan saat kegiatan nonton bareng film edukatif bertema pencegahan perkawinan anak, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tapin, Senin (20/10/2025) malam.

Dalam acara yang dihadiri pelajar SMA dan SMP, Forum Anak Tapin, Duta Genre, PIK Remaja, anggota Pramuka Saka Bhakti Husada, serta pengurus PKK Kab Tapin.

Bacaan Lainnya

Hj Faridah Yamani menegaskan bahwa perkawinan usia anak berdampak luas terhadap masa depan generasi muda.

“Perkawinan anak bukan hanya merenggut hak pendidikan, tapi juga membuka risiko kesehatan reproduksi, kemiskinan struktural, hingga kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya anak-anak perempuan paling rentan, karena mereka kehilangan kesempatan berkembang dan berkontribusi bagi bangsa.

Faridah mengungkapkan, data menunjukkan Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di ASEAN dan ketujuh di dunia dalam angka perkawinan anak. Di Kalimantan Selatan, Tapin berada di urutan keempat tertinggi dari 13 kabupaten/kota.

Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi ruang refleksi dan edukasi bagi remaja agar lebih sadar akan pentingnya menunda perkawinan sampai memiliki bekal yang cukup.

“Jadilah anak yang membanggakan orang tua dan bangsa. Belajar yang giat, bergaul sehat, dan fokus meraih cita-cita. Katakan tidak untuk perkawinan anak demi masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapin, Hj Marsidah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng ini merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan Kabupaten Layak Anak menuju Tapin Maju 2030.

“Kami menggandeng berbagai unsur pelajar dan komunitas remaja agar pesan pencegahan perkawinan anak bisa menjangkau lebih luas dan membentuk kesadaran kolektif,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama: Anak Terlindungi, Tapin Maju, Kabupaten Layak Anak 2030, Indonesia Emas 2045 — Stop Perkawinan Anak!.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait