Barabai, kalselpos.com – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), masih kekurangan motor trail yang merupakan alat transportasi penting untuk menjangkau lokasi bencana.
“Saat ini, Tagana HST hanya mempunyai satu trail. Tentu ini tidak cukup. Paling tidak kami membutuhkan tiga sampai lima trail lagi untuk melakukan survei lokasi bencana, membawa bantuan logistik, atau mengevakuasi korban di wilayah-wilayah yang tidak dapat dilewati kendaraan roda empat,” ujar Ketua Tagana HST, Zainal Arifin kepada Kalsel Pos, Kamis (9/10) siang, di Barabai.
Dia menyebut, kekurangan alat transportasi ini dapat menghambat kecepatan dan efektivitas tim Tagana terutama saat kondisi darurat.
Karena itulah, dia mengharapkan Kementerian Sosial bisa memberikan bantuan beberapa unit trail lagi. Karena Kabupaten HST merupakan salah satu kabupaten di Kalsel yang rawan bencana, terutama banjir yang nyaris selalu datang setiap tahun.
Zaianal mengatakan, jumlah anggota Tagana HST saat ini ada 40 orang. Dalam setiap bencana yang terjadi di wilayah HST, mereka selalu sigap memberikan pertolongan terutama pasca bencana. “Kami biasanya fokus memberikan bantuan logistik, menyiapkan dapur umum dan membuat nasi bungkus,” cetusnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





