Peternak Domba di HST Keluhkan Anjloknya Harga, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Teks foto: Jalil, peternak domba Desa Walatung sedang memberi makan domba peliharaannya. (Anas Aliando)(kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Peternak domba atau yang biasa disebut biri-biri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), keluhkan anjloknya harga. Harga hewan berbulu tebal itu terjun bebas dalam setahun terakhir.

 

Bacaan Lainnya

Peternak domba hanya bisa pasrah tanpa tahu apa yang mereka harus lakukan agar harga kembali normal. Jangankan untung yang didapat, malah kerugian yang mendera. Harga jual tidak mampu memberikan balik modal biaya pemeliharaan.

 

Pantauan Kalsel Pos di beberapa desa yang warganya banyak beternak domba seperti Walatung, Setiap, Kambat Selatan dan Kayu Rabah, hampir setiap kandang berisi domba antara 3 sampai 10 ekor. Misalnya Sani, warga RT 5 Desa Walatung. Dia memelihara domba sebanyak 6 ekor. “Sudah lama harga domba murah. Cape memelihara, tiap hari sediakan rumput segar dua karung. Dulu satu ekor domba ukuran besar Rp2,5 juta. Saat ini hanya laku di jual satu juta. Itupun kalau ada yang beli,” bebernya kepada Kalsel Pos, Ahad (5/10) di desa Walatung.

 

Sani bercerita, usaha beternak domba awalnya sangat menjanjikan, karena bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan, dan cukup membantu perekonomian keluarga. Namun, semenjak harganya anjlok, peternak mengalami kerugian. “Paling tidak rugi waktu dan tenaga untuk mencarikan rumput. Tidak mampu menutup biaya pemeliharaan. Harga domba lebih murah kalau dibandingkan dengan harga ayam,” ujarnya.

 

Karena tidak lagi menguntungkan, beberapa peternak memilih berhenti memelihara domba. Kandang pun dibiarkan kosong melompong.

 

“Kalau harga selalu anjlok, tidak ada semangat lagi untuk pelihara domba, ingin beralih ke usaha lainnya, beternak itik atau ayam,” kata Jalil, peternak lainnya.

 

Peternak pun kompak meminta pemerintah bisa turun tangan memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini, agar harga kembali normal dan peternak kembali mendapatkan keuntungan. “Yang pasti saya tidak tahu penyebab harga anjlok. Mungkin terlalu banyak peternak. Di Walatung saja saat ini jumlah domba yang dipelihara mencapai ribuan ekor,” ujar Jalil.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait