kalselpos.com– Sebuah buku inspiratif tentang penerbang perempuan pertama TNI AU yang berjudul “Herdini, Cintaku di Angkasa”, resmi diluncurkan di Gedung Gramedia World BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/9/2024).
Peluncuran buku ini
ditandai dengan talkshow tentang penerbang perempuan dari tiga generasi, baik sipil maupun militer yang dipandu Asisten Peneliti Litbang Kompas, Zikrina Ratri.
Herdini yang kini berusia 86 tahun hadir dengan kondisi sehat di panggung bersama Marsma TNI (Purn) Hermuntasih mantan penerbang Foker perempuan pertama TNI AU dan Capt. Dewi Meilina (Kapten Pilot Perempuan Pertama Air Asia Indonesia).
Menariknya peluncuran buku ini dihadiri Marsekal Muda TNI Dr. Tyas Bawono Her Age Wiraksono, S.I.P., M.A. (Aslog Kasau), yang almarhum orang tuanya pernah menjadi instruktur Herdini dan tertulis dalam bukunya.
Hadir pula Mayor Pnb Fariana Dewi Djakaria Putri, penerbang helikopter perempuan pertama TNI-AU, yang kini menjabat sebagai Komandan Lanud Sugiri Sukani Majalengka Jawa Barat. Lulu Lugijati Edi Sudradjat pasangan Herdini yang lulus dalam sekolah penerbang, teman angkatan Wara pertama serta beberapa purnawirawan TNI AU dari berbagai pangkat dan Masyarakat umum.
Buku ini sendiri mengisahkan perjalanan heroik Herdini, penerbang militer perempuan pertama di Indonesia, yang tak hanya menembus langit Nusantara, tetapi juga menginspirasi generasi muda, terutama perempuan, untuk berani bermimpi besar dan berjuang untuk bangsa.
Dalam buku “Herdini, Cintaku di Angkasa”, Andry Hariana tak sekadar menghadirkan biografi cerita sejarah. Buku ini adalah cermin dari semangat kebangsaan dan perjuangan yang tak mengenal batas, terutama bagi perempuan Indonesia.
Ditulis dengan gaya naratif yang mudah dipahami, buku ini memadukan elemen sejarah, cinta, dan perjuangan, memberikan motivasi bagi generasi muda untuk tidak menyerah pada tantangan dan kehilangan.
Singkatnya, buku terbitan Penerbit Buku Kompas ini berkisah tentang Herdini, seorang mahasiswi tingkat akhir di Universitas Gadjah Mada, menghadapi ujian hidup ketika tunangannya, seorang pilot pesawat tempur P-51 Mustang, gugur saat bertugas di Garut, Jawa Barat.
Kehilangan tersebut tak menghancurkan semangatnya, melainkan memacunya untuk mengikuti jejak sang kekasih dan melayani bangsa dengan menjadi penerbang perempuan pertama di TNI-AU.
Dari pendidikan militer di Kaliurang hingga mengemudikan pesawat latih sederhana, kisah Herdini adalah bukti bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan untuk menggapai mimpi dan berkontribusi pada bangsa.
Acara ini pun bukan sekadar perayaan peluncuran buku, tetapi juga sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh perempuan berpengaruh di dunia penerbangan Indonesia, peluncuran ini menjadi ajang untuk menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang signifikan dalam sejarah bangsa dan militer Indonesia.
Kisah Herdini menjadi simbol keberanian, ketangguhan, dan dedikasi yang dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.
Acara peluncuran ini mendapatkan sambutan meriah dari para peserta. Iwan Ong Santosa, penulis senior dari Harian Kompas, memuji buku ini sebagai karya yang “ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, bergaya seperti novel namun kaya dengan detail sejarah yang menggugah”.
Sementara bapak Jani Sari, pemerhati dan pengoleksi buku sejarah, menyebutkan kisah dalam buku ini sebagai “kisah yang luar biasa dari orang biasa”.
Banyak peserta juga merasa terinspirasi oleh perjalanan hidup Herdini, yang menunjukkan bahwa tak ada batasan bagi perempuan untuk meraih prestasi di bidang apapun, termasuk militer dan penerbangan.
Buku “Herdini, Cintaku di Angkasa” ada di toko-toko buku Gramedia seluruh Indonesia dan juga bisa dibeli secara online.
Zikrina Ratri dalam talkshow ini mengupas habis bagaimana posisi perempuan di dunia penerbangan di era Herdini yang terbatas hingga bebas di masanya Capt. Dewi.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





