Diduga ‘setubuhi’ seorang Siswinya, oknum Guru di Alalak dituntut 9 tahun Penjara

Teks foto []istimewa ILUSTRASI(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Diduga menyetubuhi seorang siswinya, ZF (17), oknum guru Penjaskes di SMAN 1 Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), berinisial Iw (28), menerima ‘akibatnya’.

Ia oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ira Dwi P. SH dari Kejati dituntut hukuman selema 9 tahun penjara pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Sidang klasifikasi perkara Perlindungan Anak tersebut,l digelar tertutup diketuai majelis hakim diketuai Jamser Simanjuntak SH MH di dampingi kedua anggotanya Irfanul Hakim SH MH dan Febrian Ali SH MH.

Adapun tuntutan 9 tahun penjara yang diberikan tersebut, lantaran JPU berpendapat, jika perbuatan terdakwa Iw yang nota bene oknum guru tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur, apalagi anak didiknya di SMAN 1 Alalak, Batola.

“Melakukan beberapa kali perbuatan persetubuhan dengan anak di bawah umur dengan anak didiknya, sebagainana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 81 Ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Setelah mendengarkan surat tuntutan yang dibacakan di depan persidangan, terdakwa Iw melalui pengacaranya, Arbain SH akan mengajukan pembelaan, dan ia berharap agar majelis hakim memberi keringanan, lantaran terdakwa mengaku sebagai tulang punggung keluarga dan menyesali semua perbuatannya.

Sidang pun oleh majelis hakim ditunda dan lanjut dengan agenda pembelaan.

Sekedar diketahui, kasus ini berawal dari pasangan yang memiliki ‘hubungan terlarang’, ini saling kenal di sekolah saat penerimaan murid baru.

Setelah tukar-tukaran no Wa, hubungan antara guru dan siswinya ini semakin akrab.

Berselang waktu, sang siswi lagi kurang baik dengan orangtuanya, dan mencoba curhat sama sang oknum guru.

Apesnya, bukan menasehati agar korban ZF untuk pulang ke rumah, sang oknum guru malah mengajak ke salah satu hotel.

Dengan sedikit rayuan dan sedikit memaksa, meskipun ada penolakan, alhasil, apa yang diinginkan nafsu bejat sang oknum guru berhasil didapatkan.

Tidak hanya sampai disitu, hubungan intim keduanya layaknya suami istri terus berlanjut.

Namun kini, oknum guru tersebut merasakan akibatnya, ia kini menghadapi tuntutan hukuman 9 tahun penjara oleh JPU.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait