Pemkab Kotim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla 90 Hari

Teks foto: Suasana rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di ruang Pusdalops Penanggulangan Bencana, Kantor BPBD Kotim membahas antisipasi karhutla, Kamis (4/7/24). (Foto : Istimewa/BPBD Kotim)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menetapkan status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 90 hari dan akan dievaluasi.

Penetapan status tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di ruang Pusdalops Penanggulangan Bencana kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.

Bacaan Lainnya

Rapat dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim, Rihel didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam. Rapat mendengarkan masukan dari sejumlah pihak seperti BMKG, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.

“Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan sejak 5 Juli – 2 Oktober 2024 (selama 90 hari) ke depan masuk dalam Status Siaga Bencana Karhutla. Mohon bantuan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama kita melakukan upaya mitigasi bencana karhutla,” kata Rihel, Kamis (4/7/2024).

Penetapan status ini untuk menindaklanjuti arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar setiap kabupaten/kota turut menyukseskan peresmian Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2024.

Salah satu partisipasi Kotim adalah dengan mencegah terjadinya karhutla dan kabut asap yang dikhawatirkan menimbulkan gangguan. Meskipun Kotim jauh dari IKN, namun antisipasi harus dilakukan.

Walau secara geografis posisi Kotim cukup jauh dari IKN Nusantara, namun tindakan antisipasi tetap diperlukan supaya jika terjadi karhutla di Kotim asapnya tak sampai ke IKN.

Bagi Kotim sendiri, kesiagaan dini ini sangat wajar karena daerah ini termasuk kategori rawan karhutla. Kesiagaan sejak dini diharapkan dapat membuat upaya pencegahan karhutla bisa lebih maksimal.

“Status ini akan dievaluasi. Jika terjadi peningkatan titik api, bisa saja statusnya dinaikkan menjadi tanggap darurat. Makanya ini tanggung jawab bersama. Kami juga meminta dukungan perusahaan besar swasta di daerah ini untuk ikut membantu,” pungkas Rihel.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan ada beberapa parameter yang mempengaruhi penetapan status siaga darurat karhutla, salah satunya munculnya hot spot. Ini perlu diwaspadai sejak dini sehingga Kotim lebih dulu dibanding daerah lain dalam menetapkan status siaga bencana karhutla.

“Pemerintah daerah berharap dukungan semua pihak supaya upaya yang kita lakukan berhasil secara optimal. Ini tanggung jawab kita semua,” pungkas Multazam.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait