FIFGroup berikan klarifikasi terkait pemberitaan berjudul “Tersisa 1 Bulan Angsuran, Tim Mata Elang PT FIF Diduga Rampas Motor Debitur”

Teks foto : []istimewa KANTOR FIF - Kantor FIF Jalan RTA Milono Palangka Raya(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Pihak PT FIFGroup memberikan klarifikasi terkait pemberitaan media ini, berjudul “Tersisa 1 Bulan Angsuran, Tim Mata Elang PT FIF Diduga Rampas Motor Debitur”.

 

Bacaan Lainnya

Melalui Kepala FIFGroup Cabang Palangka Raya, Kalteng, Lalu Heriyadi Surya, Jumat (14 Juni 2024) lalu), dan diterima redaksi kalselpos.com, Kamis (20/6/24) sore di Banjarmasin, disebutkan, terkait pemberitaan kalselpos.com pada Rabu, 12 Juni 2024 yang berjudul “Tersisa 1 Bulan Angsuran, Tim Mata Elang PT FIF Diduga Rampas Motor Debitur”, ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi, sesuai dengan prosedur pemberitaan di media massa.

 

Di dalam pemberitaan disebutkan, debt collector FIFGROUP Cabang Palangka Raya telah melakukan perampasan unit sepeda motor dari seorang debitur.

Hal itu tidak benar. Proses eksekusi jaminan fidusia tersebut dilakukan sesuai dengan regulasi dan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

 

Selain itu, hal tersebut dilakukan atas dasar keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh debitur tersebut yang tercatat dengan nomor kontrak 506001757521 sudah mencapai 365 hari atau 1 tahun lamanya.

 

Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Konsumen yang ditandatangani oleh debitur pada awal pengajuan kontrak pembiayaan disebutkan,

“Apabila Debitur tidak dapat melunasi Kewajiban Debitur kepada Kreditor, maka Debitur sepakat dan mengikatkan diri untuk menyerahkan Barang beserta STNK kepada Kreditur sebagaimana Kreditur berhak mengambil atau menerima penyerahan Barang beserta STNK untuk dijualkan dengan cara-cara yang dianggap baik oleh Kreditur atau melalui institusi yang berwenang untuk menjualkan Barang guna pelunasan seluruh/sisa Kewajiban Debitur setelah dikurangi biaya-biaya yang terjadi”

 

Atas keterlambatan tersebut, sebelum dilakukan proses eksekusi jaminan fidusia, FIFGROUP Cabang Palangka Raya telah melaksanakan proses penagihan mulai dari telepon, kunjungan ke rumah konsumen, hingga pemberian surat somasi.

 

Proses itu adalah itikad baik FIFGROUP Cabang Palangka Raya sebagai Kreditur agar tidak adanya wanprestasi atau cidera janji berupa keterlambatan pembayaran angsuran konsumen yang merupakan kewajiban Debitur.

 

Namun, dikarenakan konsumen yang dimaksud masih belum melaksanakan kewajibannya hingga mengalami keterlambatan selama lebih dari 1 tahun, FIFGROUP Cabang Palangka Raya melakukan proses eksekusi jaminan fidusia dan juga berkoordinasi dengan pihak konsumen untuk menyelesaikan permasalahan kontrak kredit yang terjadi agar mendapatkan solusi yang tidak saling merugikan.

 

Atas laporan hukum yang dibuat oleh konsumen, FIFGROUP Cabang Palangka Raya akan bersikap kooperatif dengan segala prosedur hukum yang berlaku.

 

“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih,” tutup Lalu Heriyadi Surya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait