Muhammadiyah tarik duit 15 Triliun, Dari Bank Syariah Indonesia

Teks foto: Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi di Jakarta, Jumat (14/6). (Foto: Ist/Ant)(kalselpos.com)

kalselpos.com

Muhammadiyah secara tiba-tiba menarik uangnya sebesar Rp15 triliun dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang akhirnya

Bacaan Lainnya

banyak spekulasi yang muncul terkait hal ini, yaitu berdampak pada kondisi keuangan bank syariah tersebut.

 

Namun demikian Dirut BSI Hery Gunardi menepis bahwa penarikan uang yang dilakukan Muhammadiyah tidak berdampak kepada kemampuan keuangan (likuiditas) di BSI.

 

“Likuiditas kita ample (cukup), ya, cukup solid. Solid,” kata Hery saat dijumpai di Jakarta dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (15/6/2024).

 

Sebelumnya pada Senin (10/6/2024), Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini, keuangan BSI masih sangat likuid, sehingga tidak ada isu yang perlu dikhawatirkan terkait dengan masalah penarikan dana Muhammadiyah.

 

Dari sisi normatif, menurut Dian, penarikan dana dari bank sebetulnya peristiwa yang biasa terjadi selama bank memenuhi kecukupan dana apabila pihak ketiga sewaktu-waktu ingin menarik dananya.

 

Terkait hubungan antara BSI dan Muhammadiyah, Dian mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan tugas manajemen dan pemegang saham pengendali untuk menyampaikan komunikasi yang lebih baik kepada publik.

 

Dian berharap, isu penarikan dana Muhammadiyah dari BSI dapat diselesaikan oleh pihak terkait dengan segera sehingga tidak banyak menimbulkan spekulasi yang tidak perlu di masyarakat.

 

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dananya dari BSI ke beberapa bank syariah lain.

 

Menanggapi isu yang bergulir di masyarakat, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Anwar Abbas pada Rabu (5/6), mengungkapkan bahwa porsi penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak di BSI, sementara penempatan dana di bank-bank syariah lain masih sedikit. Hal itu secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi (concentration risk).

 

Muhammadiyah, tegas Anwar, memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung perbankan syariah. Oleh sebab itu, organisasi Islam itu terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya.

 

Dalam keterangan terpisah, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan bahwa BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam. Perseroan juga akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait