Dilaporkan 19 April, SPDP kasus dugaan Terputusnya Kepala Bayi di RSUD Ulin belum ‘nyampai’ ke Kejaksaan

Teks foto : Kasi Pidum Kejari Banjarmasin, Habibi SH(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Meski kasusnya dilaporkan, sejak Jumat (19/4/2024) lalu, namun hingga kini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, mengaku belum menerima SPDP atau (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) terkait dugaan Malpraktik, kasus terputusnya kepala bayi saat persalinan di RSUD Ulin.

“Belum ada SPDP-nya Mas,” jawab Kasi Pidum Kejari Banjarmasin, Habibi SH kepada kalsslpos.com, Kamis (13/6/24) siang, saat ditanya, apakah SPDP terkait
kasus terputusnya kepala bayi saat persalinan di RSUD Ulin sudah sampai ?

Bacaan Lainnya

Sementara, kuasa hukum korban MS (38), yakni Angga D Saputra SH MH yang dihubungi terpisah, berharap perkaranya segera naik ke penyidikan.

“Alasannya, karena mempertimbangkan waktu penyelidikan juga sudah cukup lama,” jelas Direktur Angga Parwito Law Firm tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin dijabat Kompol Thomas Afrian, menyatakan jika korbannya adalah seorang perempuan berinisial MS (38), warga Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dan kasusnya terjadi pada Minggu (14/4/2024) lalu, sekitar pukul 04.00 Wita.p

Laporan tersebut pihaknya terima, pada Jumat (19/4/2024) lalu, di mana saat itu dilaporkan korban hendak melakukan persalinan.

Diketahui kondisi kandungan korban dalam keadaan tidak normal alias Sungsang, namun tetap dilakukan proses persalinan normal, sehingga menyebabkan kepala bayi terputus dan tertinggal di dalam rahim atau kandungan korban.

Dalam menangani laporan tersebut, pihak Satreskrim Polresta Banjarmasin telah membentuk beberapa tim untuk melakukan kegiatan penyelidikan lebih lanjut.

Bahkan sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangannya terkait laporan dugaan Malapraktik di RSUD Ulin tersebut.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait