8 tersangka Penyelundupan Kayu Ilegal diringkus jajaran Polairud Polda Kalsel

TEKS FOTO : []Ahmad Fauzi TERSANGKA ILEGAL LOGGING - Polisi usai menahan delapan tersangka ilegal loging (kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com
Direktorat Polairud Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil mengungkap kasus penyeludupan kayu ilegal di provinsi ini.

Hal Ini disampaikan Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Andi Adnan Syafruddin saat menggelar Konfrensi Pers pengungkapan tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, Kamis (13/6/2024) siangz di Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pengungkapan pertama dilakukan pada 5 Mei 2024 di kawasan Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin.

Saat itu, sebuah truk bermuatan kayu olahan sebanyak 90 meter kubik, berencana akan berlayar ke Surabaya (Jatim), namun pada saat pemeriksaan, sang sopir melarikan diri

Saat dilakukan penggeledahan, terdapat dokumen kayu yang diduga palsu, usai dilakukan pengecekan terhadap dukomen atas nama UD Bersama, hinga menyeret tersangkanya sebanyak enam orang, masing-masing berinisial HS,M, AA,SR, BS dan KH.

Awalnya tersangka HS menawarkan kayu kepada LAS. Setelah disepakati harga maupun jenis kayunya, HS kemudian menyuruh rekannya M untuk mencari jenis kayu olahan yang diminta.

M lalu mencari di Kecamatan Sungai Hanyu, Kalimantan Tengah yaitu jenis Kruwing atau Meranti.

HS kemudian meminta AA,SR dan KH untuk menyiapkan dokumen SKSHH kayu tersebut. Setelah dokumen lengkap, kemudian dibawa ke penggesekan kayu milik BS, lalu BS menyiapkan ekspedisi pengiriman ke Surabaya melalui Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin.

Menurut Kombes Pol Andi, penggagalan ini merupakan pengiriman yang kelima.
“Sebelumnya, dari Januari hingga awal Juni 2024 yang telah tersangka kirim ke Surabaya ada dua kali yaitu 100 meter kubik dan 30 meter kubik.

Sementara kasus lainya terjadi, pada 1 Juni 2024 di wilayah Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, di sana polisi berhasil mengamankan dua buah Kelotok (kapal kecil) yang mengangkut kayu dari Sungai Jaya, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Dua kapal bernama Berkat Rahmi 1 membawa 31,5 m3 kayu jenis Tranteng.
“Dan Kapal Berkat Rahmi II Membawa 18,5 meter kubik kayu jenis Teranteng,” sebut Andi.

Saat itu, polisi menahan tersangka HP dan AD, yang diduga selaku pemilik kayu dan kapal. Saat ini kayu ilegal dan kapal diamankan di Polairud Polda Kalsel.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait