Pemkab Banjar Laksanakan Peningkatkan kapasitas aparatur desa

Teks foto Foto bersama disela kegiatan peningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa  yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banjar.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten Banjar meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa agar mampu menjalankan tugas dengan baik terutama pelayanan masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Bupati Banjar Saidi Mansyur diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Rakhmat Dhany di Martapura mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa kabupaten setempat yang berupaya meningkatkan kemampuan aparatur desa.

“Kami minta peserta peningkatan aparatur pemerintahan desa dapat memiliki kemampuan usai mengikuti kegiatan sehingga bisa menjalankan tugas secara baik dan sesuai aturan,” kata Saidi.

 

Menurut Saidi, peserta peningkatan aparatur pemerintah desa sebanyak 70 orang, yakni kepala desa atau pembakal yang diberikan bimbingan kemampuan dan pengembangan diri yang disampaikan narasumber.

 

Saidi juga meminta peserta yang kurang memahami materi dari nara sumber bisa menanyakan langsung sehingga pembakal juga memiliki kemampuan memimpin warga dan merealisasikan pembangunan.

 

“Pembakal merupakan ujung tombak yang mewakili kehadiran pemerintah di desa dan diharapkan memberikan pelayanan terbaik baik bagi seluruh lapisan masyarakat agar desanya lebih maju,” ucapnya.

 

Saidi berpesan agar pambakal meningkatkan terus keahlian dan kemampuan diri sehingga bisa berperan mengembangkan dan membangun desa mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Baca juga: Bupati Banjar minta aparatur desa optimalkan pelayanan masyarakat

 

Ditekankan Saidi, penyelenggaraan pemerintahan desa bisa lebih maju dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah melalui upaya pengembangan potensi diri tersebut.

 

“Banyak yang bisa dilakukan, mulai dari menjalankan pemerintahan desa, mempercepat pertumbuhan perekonomian, hingga meningkatkan pendapatan asli daerah bersumber dari pendapatan yang sah,” ujarnya.

 

Dikatakan Saidi, pambakal juga diminta menjaga stabilitas dan situasi yang kondusif, menjalin hubungan harmonis dengan lembaga desa dan juga mengutamakan pengambilan keputusan musyawarah

 

“Utamakan pendekatan persuasif dengan masyarakat, memberikan pelayanan optimal karena sudah jadi tugas pambakal yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pertama dan terakhir,” katanya.

 

Diketahui, kegiatan dibagi empat angkatan yang diikuti aparatur pemerintahan desa dari 277 desa terutama pambakal dimana setiap angkatan 70 orang sehingga semua pambakal mengikuti kegiatan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait