Baru diberi Disdik, belasan Laptop di SDN Basirih 5 Banjarmasin ‘hilang’

Teks foto : Kepala SDN 5 Basirih Banjarmasin, D'Yantie Hamsatun, menunjukkan kondis teralis jendela yang diduga dibobol maling.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Belasan buah laptop, satu set microphone dan sejumlah barang elektronik, milik SDN Basirih 5 Banjarmasin hilang diduga dicuri.

 

Bacaan Lainnya

Pihak sekolah memperkirakan peristiwa terjadinya aksi tersebut terjadi pada hari Minggu saat sekolah sedang libur. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang kaget melihat pintu ruangan sulit dibuka karena terhalang meja.

 

Saat itu, kondisi ruangan yang kemalingan juga berantakan dengan jejak kaki yang masih terlihat. Diduga, jejak kaki tersebut milik kawanan pencuri yang melewati bagian belakang sekolah yang becek.

 

Penjaga Sekolah, Husaini menceritakan awal tahu adanya aksi pencurian itu saat dirinya hendak memberi makan ikan di kolam sekolah pada Minggu (12/5/2024) sekitar pukul 10.00 WITA lalu.

 

Setelah itu, dirinya hendak mengecek ke ruang dewan guru. Namun saat dibuka dengan kunci, pintunya terasa cukup berat.

 

“Ternyata ada kursi menghalang pintu kantor hingga susah dibuka. Setelah dibuka saya terkejut karena sudah berhamburan di dalam,” ungkap Husain.

 

Selain berhamburan, nampak ada bekas jejak kaki dengan lumpur tanah terdapat di lantai dan teralis jendela sudah jebol.

 

Melihat hal itu, dirinya langsung menghubungi kepala sekolah untuk memberi tahu apa yang telah terjadi.

 

“Melihat kondisi itu, saya langsung keluar dan melapor guru. Tentu hal itu cukup membuat kami terkejut,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala SDN 5 Basirih Banjarmasin, D’Yantie Hamsatun mengatakan atas kejadian pencurian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk mengusut.

 

“Setelah penjaga sekolah melaporkan, kita langsung laporkan ke polisi dan telah dicek polisi juga,” katanya.

 

Selain itu, dirinya juga telah melaporkan peristiwa kehilangan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

 

Mengingat, sebagian besar laptop yang hilang baru saja disalurkan Disdik Kota Banjarmasin.

 

“Baru saja diberikan, umurnya hanya beberapa bulan. Tapi malah hilang,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan sejumlah barang yang hilang diantaranya 15 unit laptop yang tersimpan di lemari ruang dewan guru.

 

Selain itu, dua LCD, satu set microphone yang mana barang yang hilang rata-rata adalah barang elektronik.

 

“Sedangkan CCTV di ruang guru dirusaknya hingga sulit mengetahui siapa pencurinya. Jadi biar polisi yang mengusut,” katanya.

 

Tentunya, aksi pencurian itu cukup berdampak bagi sekolah selain kerugian material. Diantaranya banyak data administrasi sekolah tersimpan di laptop yang ikut hilang seperti Data Pokok Pendidik (Dapodik).

 

Selain itu, pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) pada siswa kelas 6 yang awalnya dilakukan dengan dua cara yakni offline dan online. Namun karena kehilangan itu terpaksa tahun ini dilaksanakan secara offline saja.

 

“Rencana meminta laptop baru itu untuk bisa melaksanakan sumatif secara online semua. Ternyata terpaksa offline lagi,” lirihnya.

 

Tak hanya itu, proses Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada siswa kelas 5 juga ikut terkendala karena hilangnya laptop.

 

“Belum lagi nanti kita menghadapi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Tentu kehilangan laptop ini cukup menyulitkan kami,” tandasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait