Gawat, SMAN 6 diduga Pungut ‘SPP’ kepada para Siswa

Teks foto []istimewa SEPERTI 'SPP' - Inilah sumbangan berbentuk 'SPP' di SMAN 6 Banjarmasin yang ditarik ke semua murid di sekolah tersebut

Banjarmasin, kalselpos.com– Meski telah lama dinyatakan ‘diharamkan’, namun itu diduga tak berlaku di SMAN 6 Banjarmasin.

Buktinya, hingga kini pihak SMAN yang beralamat di Jalan Belitung Darat Banjarmasin tersebut, masih melakukan pungutan layaknya ‘SPP’ atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan.

Bacaan Lainnya

Buktinya, sumbangan alias ‘SPP’, itu diduga dilakukan pihak sekolah sejak Juli 2022 lalu.

Ironisnya lagi, untuk menyiasati ‘SPP’ tersebut , diduga pihak sekolah mengunakan ‘jasa’ Komite Sekolah, untuk menarik sumbangan sebesar Rp100.000 per bulan tersebut.

Sebelumnya, saat pertama kali ‘SPP’ ini digulirkan, pihak sekolah menarik pungutan itu cuma sebesar Rp50.000 per siswa.

Sekarang, dengan tibanya tahun ajaran baru, pihak sekolah menaikan ‘SPP’ itu menjadi sebesar Rp100.000 sejak Juli 2023 lalu.

Dari data yang dihimpun kalselpos.com, buku sumbangan berbentuk ‘SPP’ tersebut ditandatangani oleh Ketua Komite Sekolah atas nama Rusandi SPd dan bendahara atas nama Nirma Krisnawati S.Si.

Kabid SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel, Daryatno, yang dikonfirmasi, Senin (11/12/23) siang, terkait dugaan pungutan layaknya ‘SPP’ di SMAN 6 Banjarmasin tersebut, dengan tegas mengatakan, itu tidak dibenarkan.

Sebab, apa pun alasannya, jika sumbangan itu berbentuk ‘SPP’, jelas tidak dibenarkan, ucapnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait