Pemkab Tanbu Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Teks foto: Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Hj. Wahyu Windarti Zairullah memberikan sambutan pada Rakor Tim Percepatan Stunting Desa Lucus Stunting 2024. (Istimewa)

Batulicin, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Lokus Stunting Tahun 2024,

Kamis (7/12/2023) bertempat di Pendopo Serambi Madinah.

Bacaan Lainnya

 

Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar, diwakili Asisten Administrasi Umum Narni dalam sambutannya pada pembukaan rakor berharap momentum penting ini dapat mendorong untuk terus berupaya, bekerja, dan berdoa demi keberhasilan pembangunan daerah.

 

Dijelaskannya, stunting adalah kondisi gagal pada pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam 1000 hari pertama kehidupan dan ini

menjadi fokus pemerintah Kabupaten Tanbu.

 

“Sesuai visi 2021-2026, pembangunan Tanah Bumbu bertujuan menjadi maju, unggul, mandiri, religius, dan demokratis. Misi pertama adalah mewujudkan SDM berkualitas, produktif, dan berakhlak mulia,” terang Narni.

 

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Hj. Wahyu Windarti, menyoroti pentingnya upaya kolektif dalam acara Rapat Koordinasi Stunting TPPS bersama Desa Lokus Stunting di Pendopo Kantor Bupati pada 7 Desember 2023.

 

“Stunting, sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024, memiliki target penurunan hingga 14% pada tahun 2024,” ujarnya.

 

Disebutkan Wahyu, riset Survei Status Gizi Indonesia 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 16,1% dan Pemerintah Kabupaten Tanbu telah menetapkan 31 Desa sebagai Desa Lokus Stunting tahun 2024.

 

“Percepatan penurunan stunting menjadi tugas dan tanggung jawab bersama, melibatkan SKPD terkait, para Camat, Kepala Desa, dan Tim Pendamping Keluarga. Dukungan dari Camat dan Kepala Desa sangat diharapkan untuk mencapai hasil optimal,” harapnya.

 

Selain itu lanjutnya, peran besar Tim Pendamping Keluarga menjadi fokus, terutama dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mensinergikan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai target penurunan stunting.

 

“Melalui Rakor ini, harapannya sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi dapat mempercepat penurunan stunting di Desa Lokus Stunting. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, menjadikan Tanah Bumbu sebagai contoh keberhasilan dalam penanganan stunting,” tukasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait