Modus operandi Peredaran sistem Ranjau ‘dibongkar’, 14 Kg sabu disimpan di samping Pohon Pisang

Teks foto []istimewa DITANGKAP - Kedua tersangka yang ditangkap dengan barang bukti 14 kilogram sabu-sabu.

Banjarmasin, kalselpos.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel membongkar modus operandi sistem ranjau yang menyimpan 14 kilogram sabu di samping pohon pisang.

“Kami menangkap pasangan suami istri (pasutri) di Banjarmasin dalam jaringan ini,” kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Jupri Tampubolon di Banjarmasin, Selasa (5/12/23) siang, sebagaimana dikutip kalselpos.com dari Antara.

Bacaan Lainnya

Petugas meringkus dua tersangka berinisial MY (32) dan istrinya EV (42) saat membawa barang bukti sabu di Jalan Ahmad Yani Km 14,5 Komplek Sejahtera Mandiri Asri, Gambut, Kabupaten Banjar, pada Jumat (1/12) lalu.

Pengungkapan tindak pidana narkotika belasan kilogram sabu, itu bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti petugas.

Kemudian, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya memerintahkan tim yang dipimpin AKBP Jupri Tampubolon menyelidiki dengan mengamati kondisi di sekitar lokasi yang dicurigai.

Dari hasil penyelidikan, polisi melihat gerak-gerik dua orang mencurigakan yang mengendarai sepeda motor melintas dan berhenti di tepi jalan mengambil sebuah tas ransel terletak di samping pohon pisang.

Petugas mencegat kedua tersangka yang ditemukan barang bukti sabu seberat 14 kilogram di dalam tas.

Menurut pengakuan keduanya kepada polisi, tersangka disuruh seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk mengambil ‘barang haram’ tersebut.

Diketahui, polisi menelusuri sabu-sabu tersebut berasal dari jaringan Pontianak, Kalimantan Barat yang terhubung dengan kaki tangan dari seorang narapidana di Lapas Kalsel.

Penyidik menduga pasokan sabu tersebut masih satu jaringan dengan kasus dua kilogram sabu yang diungkap Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel pada beberapa waktu lalu.

“Identitas narapidana yang disebut masih kami dalami. Jika cukup bukti keterkaitannya, maka kami lakukan pemeriksaan nantinya dengan bekerja sama dengan pihak Lapas,” jelas Jupri yang mengapresiasi keberhasilan pengungkapan tersebut.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait