Pengedar 2 Kg sabu jaringan Pontianak diringkus di Banjarmasin

Teks foto []Antara TERSANGKA SABU - Tersangka MA (33), sebagai pemilik 2 Kg sabu yang ditangkap, pada Selasa (28/11) malam, di Jalan Ahmad Yani Km 5,5, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Banjarmasin, kalselpos.com– Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap pasokan 2 kilogram narkotika jenis sabu-sabu jaringan Pontianak, Kalimantan Barat yang masuk ke Banjarmasin.

“Satu tersangka berinisial MA (33) sebagai pemilik barang, kami tangkap pada Selasa (28/11) malam, di Jalan Ahmad Yani Km 5,5, Kecamatan Banjarmasin Timur,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya di Banjarmasin, Jumat (1/12/23) lalu, sebagaimana dikutip kalselpos.com dari Antara.

Bacaan Lainnya

 

Terundusnya pasokan sabu dari Pontianak setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat.

Kemudian tim yang dipimpin Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Jupri Tampubolon melakukan penyelidikan dengan memetakan jaringan.

Hasilnya didapatkan informasi akurat tentang keberadaan seseorang yang akan membawa narkoba dalam jumlah besar.

Ketika proses penangkapan, petugas mendapati tersangka dengan gelagat mencurigakan berada di sekitar lokasi yang dicurigai terjadi transaksi
peredaran sabu.

“Jadi tersangka dicegat ketika mengendarai sepeda motor dan membawa kantong belanja berisikan dua paket sabu terbungkus plastik warna hitam di gantungan sepeda motor,” jelas Kelana.

Setelah ditanyakan tentang barang bukti tersebut, terlapor mengakui, meletakkan dan membawa sabu tersebut untuk diedarkan.

Kini polisi terus melakukan pengembangan guna menelusuri jaringan pengendalinya yang sementara diketahui lintas provinsi di pulau Kalimantan.

“Jika pasokan dari Kalimantan Barat biasanya menggunakan jalur darat menuju Banjarmasin. Kita juga terus memperketat pengawasan di daerah perbatasan provinsi untuk menekan potensi penyelundupan narkoba,” tegas Kelana.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

Pos terkait