Pj Bupati HSU Sampaikan, Penanganan Stunting Ditangani Serius

Teks foto: DPPPAKB laksanakan evaluasi hasil tindak lanjut pasca Diseminasi audit asus stunting ke-1 dan Diseminasi hasil kajian dan rencana tidak lanjut audit kasus Stunting ke-2 di gedung Agung Amuntai. (diskominfosandi)

Amuntai, kalselpos.com – Penanganan kasus stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dirasa perlu ditangani lebih serius. Ini yang diutarakan Penjabat (Pj) Bupati HSU Zakly Aswan, saat kegiatan Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Pasca Diseminasi Audit Kasus Stunting ke-1 dan Diseminasi Hasil Kajian dan Rencana Tidak Lanjut Audit Kasus Stunting ke-2 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten HSU bersama berbagai instansi terkait, di aula Agung Amuntai, Selasa (28/11).

Pj mengutarakan, perlunya menarik benang merah yang menjadi latar belakang kasus stunting.

Bacaan Lainnya

“Saya lihat kalau banyak di sini penelitian hampir 70 persen itu (kasus stunting) berawal dikarenakan anemia ibu-ibunya, itu perlu diatasi,” kata Zakly.

Tentunya, Pj Bupati menyambut baik dan mengapresiasi evaluasi yang dilakukan DPPKB HSU. Sebagai salah satu langkah strategis untuk mencegah dan meminimalisir faktor risiko stunting bagi anak dibawah dua tahun, sekaligus sebagai upaya penurunan stunting di Kabupaten HSU.

Zakly juga menekankan, pentingnya meletakkan dasar-dasar kesehatan, intelektual serta gizi yang baik bagi balita dan anak sejak dini. Ditambah dukungan dan kerjasama dari semua pihak agar angka stunting di kabupaten HSU dapat terus diturunkan.

“Maka sudah selayaknya bagi kita melakukan tindakan pencegahan risiko stunting, sekaligus penurunan stunting di daerah kita. Salah satunya adalah kita harus memperhatikan dan peduli terhadap pemulihan gizi yang baik dan seimbang baik bagi ibu hamil ataupun bagi anak dibawah usia 2 tahun,” imbuhnya.

Diseminasi, dapat diartikan sebagai proses penyebaran informasi atau pengetahuan kepada khalayak luas. Dalam konteks ilmiah, diseminasi adalah proses yang bertujuan untuk menyebarkan hasil penelitian, temuan, atau inovasi ke dalam masyarakat umum, baik melalui publikasi, presentasi, maupun aktivitas lainnya.

Kepala DPPKB HSU, Hj Anisah Rasyidah menjelaskan, sebagaimana Perpres Nomor 72 tahun 2021, kegiatan ini menjadi salah satu strategi dalam menekan kasus stunting, serta peningkatan komitmen dari pemerintah pusat provinsi kabupaten kota, hingga pemerintah desa.

Dikatakannya, bahwa audit kasus stunting ini menjadi upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi.

“Dengan audit diharapkan dapat menjadi pembelajaran di tiap level administrasi untuk penguatan dan kompetensi program serta memastikan intervensi spesifik dan intervensi yang sampai pada sasaran,” jelas Anisah.

Ia menambahkan, adapun hasil-hasil diseminasi audit kasus stunting ke-1 sebelumnya telah ditindak lanjuti mulai dari kasus ibu hamil dan balita, ibu pasca bersalin hingga calon pengantin.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait