Sekda Kotim Sebut Bidan Punya Andil Wujudkan Generasi Emas

Teks foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Fajrurrahman. (ist)

Sampit, kalselpos.com
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Fajrurrahman menilai, bidan punya andil dalam mewujudkan generasi emas di daerah ini. Untuk itu pemerintah daerah mendorong agar seluruh bidan terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sebagai wadah menaungi profesi bidan, diharapkan juga terus mendukung upaya peningkatan kapasitas tersebut. Tujuan utamanya agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan Indonesia 2020-2024, salah satunya bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu SDM yang sehat, cerdas, adaptif, terampil dan berkarakter,” sebut Fajrurrahman, Rabu (6/9/2023).

Menurutnya, keberadaan bidan dalam tim pendamping keluarga, menempati peran sentral dalam pendampingan keluarga.

Bidan sebagai mitra profesional pemerintah dan menjalankan peran perpanjangan tangan negara dalam melaksanakan pelayanan pencegahan stunting, melalui pendampingan kesehatan, gizi, KB hingga persoalan lingkungan kepada sasaran percepatan penurunan stunting.

Saat ini stunting menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan. Tidak sekadar masalah fisik seseorang, tetapi akan meluas menjadi masalah nasional dengan kehilangan generasi (lost-generation), sekaligus menjadi beban yang semakin membesar jika tidak dihentikan.

Peran bidan tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kebidanan, namun juga mengelola pelayanan, menjadi penyuluh dan konselor, pendidik, pembimbing dan fasilitator klinik, penggerak peran serta masyarakat, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat.

Peran bidan sulit untuk digantikan oleh tenaga kesehatan lainnya, terutama dalam pemeriksaan kehamilan dan persalinan, khususnya dalam pemberian pelayanan secara langsung dan edukasi kepada ibu.

Sumber daya manusia (SDM) berkualitas dimulai sejak periode 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Peran bidan merupakan kekuatan inti dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Melalui pelayanan kesehatan tersebut, bidan secara langsung menjadi pengawal bagi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas

“Bidan memiliki peran strategis dalam penyelamatan ibu dan bayi, yakni mulai masa pra kehamilan, memasuki masa kehamilan, masa melahirkan, dan pasca melahirkan. Dalam hal ini, ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari bidan, dapat menerima informasi cukup dan pelayanan yang baik, jika para bidan memiliki kompetensi yang baik,” pungkas Fajrurrahman.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait