Limbah Sawit PT MPG Diduga Cemari Anak Sungai di Desa Keramuan 

Teks foto: Dugaan pencemaran limbah dari pabrik sawit milik PT. MPG ke anak sungai di Desa Keramuan. (ist)

Muara Teweh, kalselpos.com – Kabupaten Barito Utara (Barut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian semua kalangan baik pemerintah pusat maupun daerah, yaitu pencemaran lingkungan dampak dari pembakaran hutan dan lahan serta pencemaran air sungai yang terkadang tidak terpantau secara kasat mata. Kondisi sungai yang tercemar berbeda dengan kebakaran hutan dan lahan yang dampaknya terlihat asap dari jarak jauh.

 

Bacaan Lainnya

Baru-baru ini Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Corruption Watch (DPW-NCW) Kalimantan Tengah telah meyurati sebuah perusahaan sawit, yaitu PT. Multi Persada Gatramegah (MPG) yang memiliki hak guna usaha (HGU) di jalur lintas Kabupaten Puruk Cahu – Muara Teweh Km 32, terkonfirmasi oleh media kalselpos.com bahwa melalui Ketua DPW-NCW Kalteng Badian, menyampaikan surat permintaan klarifikasi dengan maksud dan tujuan minimal menjadi sebuah teguran yang perlu dievakuasi untuk memperbaiki teknis pelaksanaan penanggulangan limbah dari pengoperasian pabrik PT. MPG.

 

Surat DPW-NCW tersebut juga ditembuskan kepada Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Barut tentang adanya dugaan pencemaran limbah pabrik sawit milik PT. MPG ke anak-anak sungai di Desa Keramuan.

 

Dasar dugaan adanya pencemaran berawal dari laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti dengan investigasi salah satu anggota DPW- NCW untuk mencari kebenaran informasi dari warga.

 

Pihak DPW-NCW kepada PT. MPG bisa memberikan klarifikasi tentang temuan dalam surat, secara jelas tertulis dan bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa dibuktikan kondisi di lapangan dengan tata kalola maupun pelaksanaan juknis penanggulangan limbah yang sesuai dengan ketentuan perizinan yang diberikan pemerintah baik Andal UKL/UPL serta persetujuan lingkungan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait