Pemda HSU Dorong Pengendalian Gulma Susupan Gunung

Teks foto: Focus Group Discussion (FGD) kajian karakteristik dan identifikasi potensi pemanfaatan dan pengendalian gulma. (diskominfosandi)

Amuntai, kalselpos.com – Upaya pengendalian Gulma Susupan Gunung yang ada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus digalakkan oleh Pemerintah daerah setempat.

Gulma susupan gunung sangat berdampak besar merugikan terhadap sektor pertanian dan perikanan, terutama wilayah Kabupaten HSU yang hampir besar adalah rawa.

Bacaan Lainnya

Penjabat (Pj) Bupati HSU Raden Suria Fadliansyah mendorong upaya langkah pengendalian gulma susupan gunung ini.

Hal itu, disampaikan Pj Bupati HSU melalui sambutan tertulis yang diwakili Sekretaris Daerah HSU, Adi Lesmana saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kajian karakteristik dan identifikasi potensi pemanfaatan dan pengendalian gulma di Mess Negara Dipa, Rabu (7/6).

“Kita ketahui penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) paling besar di Kabupaten HSU adalah dari sektor pertanian dan perikanan yaitu sekitar 17 persen selain sektor ekonomi,” katanya.

R. Suria menambahkan dalam sambutannya, berbagai upaya sudah dilaksanakan Pemda bersama petani untuk mengendalikan gulma susupan gunung ini, yakni melalui penyemprotan kimia, pesawat drone, hingga menggunakan excavator untuk membuka lahan dan jalur sungai.

Selain menghambat sektor perikanan dan pertanian. Susupan gunung ini juga menghalangi jalur transportasi sungai yang mengakibatkan arus barang dan jasa ikut terhambat.

“Maka mungkin tidak berlebihan kalau kita menyebutkan bahwa serangan gulma susupan gunung ini termasuk ke dalam bencana ekologis,” ucapnya.

Lantas, dia berharap, dengan diselenggarakan kegiatan FGD ini dapat memberikan solusi yang efektif dalam mengatasi masalah gulma secara efisien dan ramah lingkungan.

“Kajian ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah susupan gunung ini dapat dikendalikan maupun dapat dimanfaatkan,” tutupnya.

Sementara, Ketua Peneliti dari ULM Dr. Ir. Yusriadi Marsuni M.Si menambahka, pihaknya lebih menyarankan pengendalian tanaman gulma ini secara manual dengan perahu mesin pencacah hasil kreasi perajin logam di HSU.

“Kita sarankan pengendalian secara manual, karena dengan dicacah, tanaman susupan gunung membusuk di dalam air dan tidak tumbuh lagi,” imbuhnya.

Yusriyadi menyebut, dengan perahu mesin pencacah gulma juga bisa membuka jalur untuk upaya pengendalian lebih lanjut. “Hasil cacahan tanaman susupan gunung di dalam air menjadi sarang ikan papuyu dan jenis ikan lainnya untuk berkembang biak,” sampainya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait