Pengada barang dan Jasa jadi Tersangka baru dugaan Penyalahgunaan dana BOS di SMAN 1 Jorong

[]istimewa TERSANGKA BARU - YM, (tengah, mengenakan rompi oranya) selaku pengadaan barang dan jasa, usai ditetapkan sebagai tersangka baru penyalahgunaan dana BOS di SMAN 1 Jorong.

Banjarmasin, kalselpos.com –
Dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2021 di SMAN 1 Jorong, terus bergerak.

Itu setelah pihak Kejaksaan Negeri Tanah Laut (Tala), menetapkan lagi satu tersangka baru.

Bacaan Lainnya

Penetapan tersangka terhadap YM berawal dari pengakuan H, mantan Kepsek SMAN 1 Jorong, yang saat ini sedang menjalani vonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam kasus tersebut.

Berdasarkan fakta persidangan itu, penyidik Kejari Tala langsung melakukan pendalaman dan mengarah pada YM, selaku pengadaan barang dan jasa.

Sebagaimana konfirmasi kalselpos.com dari Plt Kasi Penkum Kejati Kalsel, Roy Arland, Kamis (25/5/23) petang, membenarkan jika
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Lekari Tala, Akhmad Rifani, di dampingi Kepala Seksi Intelijen, Saefullahnur, telah penetapan tersangka baru dana BOS SMAN 1 Jorong itu pada awak media, Kamis (25/5) di aula Kejari Tala.

YM beralamat di Banjarmasin selaku penyedia barang dan jasa, ditunjuk langsung tersangka H, tanpa melalui petunjuk teknis untuk menggunakan belanja modal yang ada di dana BOS SMAN 1 Jorong.

“Kami sudah mengamankan YM dan menetapkan sebagai tersangka sesuai dengan fakta persidangan kasus yang melibatkan mantan kepala sekolah SMAN 1 Jorong,” kata Akhmad Rifani.

Sebelum dititipkan ke Rutan Pelaihari, tersangka terlebih dahulu menjalani tes kesehatan di RSUD Hadji Boejasin, Sarang Halang Pelaihari.

“Setelah dinyatakan sehat, tersangka langsung kami titipkan ke Rutan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kasi Pisdus.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait