BPN HSU Pasang 1.000 Patok di Kecamatan Haur Gading

Pemasangan batas patok oleh Kantor Pertanahan atau ATR/BPN HSU bersama Pj Bupati dan Forkopimda. (diskominfosandi)-BPN HSU Pasang 1.000 Patok di Kecamatan Haur Gading

Amuntai, Kalselpos.com – Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) canangkan pemasangan 1.000 patok atau batas tanah melalui Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas).

 

Bacaan Lainnya

Pemasangan Gemapatas sebagai tindak lanjut dari kegiatan 1 juta patok tanah serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

 

Pemasangan 1.000 patok di HSU ditandai dengan pemasangan patok aset pemerintah daerah oleh Penjabat (Pj) Bupati HSU Raden Suria Fadliansyah bersama unsur Forkopimda di halaman Kantor Camat Haur Gading, Jumat (3/2).

 

Kepala Kantor Pertanahan HSU Sofia Rachman mengatakan, bahwa Gemapatas di HSU dilaksanakan pada dua desa yang ada di Kecamatan Haur Gading, yakni Desa Palimbangan Sari dan Desa Sungai Limas.

 

“Dua desa ini, kita laksanakan pengukuran peta bidang tanah desa lengkap, khusus untuk luar Jawa, dan hari ini, kita memasang 1000 patok atau batas tanah yang dipasang secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Selain itu, ia menyebut, perlunya pemasangan patok atau batas tanah, agar dapat memastikan kepemilikan tanah, untuk mempermudah petugas pada saat pengukuran tanah, dan untuk menghindari terjadinya sengketa.

 

“Kami berharap, dengan dipasangnya patok tersebut dapat menghindari sengketa yang terjadi antara pemilik yang berbatasan, maupun pihak-pihak yang lain, kami juga tegaskan bahwa memasang tanda batas bidang tanah itu adalah kewajiban masyarakat atau pemilik tanah,” ucapnya.

 

Spesifikasi patok tanda tanah, Sofia menjelaskan, ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 tahun 1997 yang mencantumkan beberapa jenis patok yang dapat dipasang oleh masyarakat.

 

“Diantaranya patok beton, ada juga patok yang dibuat dari paralon yang diisi dengan beton dan besi, ada juga dari kayu, sedangkan untuk tanah yang sudah ada pagarnya baik dari beton atau kayu memang tidak diwajibkan untuk memasang tanda patok karena pagar itu sebagai tanda bukti bahwa itu adalah kekuasaan hak pemilik tanah,” sampainya secara rinci.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait