Pemkab HSU Gelar Rakor Bahas Angkutan Berat

Plt Bupati HSU H Husairi Abdi bersama undangan dari berbagai unsur Rakor terkait angkutan berat yang melintas di Kabupaten HSU. (diskominfo)(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com– Dampak rusaknya jembatan di Paringin, Kabupaten Balangan mengakibatkan arus lalu lintas angkutan berat terkendala.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pun turut mengambil sikap dengan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu tidak lepas lantaran angkutan bertonase tersebut akan melalui jalur Kabupaten HSU.

Pemerintah Kabupaten HSU akhirnya, memberikan respon terhadap adanya rekayasa arus lalu lintas angkutan berat yang dialihkan ke jalan nasional di Kabupaten HSU.

Rakor bersama seluruh unsur pimpinan daerah, TNI-Polri, anggota DPRD setempat, para camat, mahasiswa, LSM serta ketua Persatuan Kades se-HSU di ruang rapat gedung Arsip lantai II Setda HSU, Senin (5/9).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati HSU Husairi Abdi mengatakan, rakor ini dilakukan guna menindaklanjuti kesepakatan yang dilaksanakan di Kabupaten Balangan terkait tentang pengalihan arus lalu lintas ke Kabupaten HSU karena adanya perbaikan jembatan Paringin.

“Seperti pengalihan arus beberapa waktu lalu, jalan kita mengalami kerusakan,” Jelas Husairi menyebutkan alasannya.

Lebih lanjut, Ia berharap angkutan berat yang melintas di Kabupaten HSU dapat sesuai dengan ketentuan maksimum Delapan Ton, sehingga tidak merusak jalan di Kabupaten HSU yang baru saja diperbaiki.

Dari hasil Rakor tersebut. Pemerintah daerah bersama peserta yang hadir menyepakati Delapan poin, bagi angkutan berat yang akan melintas di Kabupaten HSU.

Pertama, Penindakan tegas terhadap kelebihan muatan yang tidak sesuai dengan kelas jalan kelas III (Max 8 Ton / Sumbu). dibuktikan dengan Surat Jalan / Delivery Order (DO) dari Perusahaan.

Pelanggaran angkutan barang akan dilakukan tindakan tegas oleh aparat yang terkait di Kabupaten HSU.

Pemerintah melalui instansi terkait, dalam memasang rambu lalu lintas, sesuai status jalan dan jembatan dilaksanakan oleh masing masing yang berwenang untuk mempertegas tindakan hukum di lapangan.

PT Conch dalam hal ini, dapat menyesuaikan armada pengangkut muatan sesuai dengan Kelas Jalan yang dilalui dan mengangkut dengan kendaraan yang memiliki kapasitas angkutan maksimal 8500 kg sesuai dengan kir Kendaraan yang berlaku.

“Operasional untuk angkutan semen Conch melewati Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah dari Jam 21.00 wita s/d 05.00 wita,” katanya

Lebih lanjut, kendaraan angkutan tidak beriringan dan menjaga jarak agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain serta tidak memarkir kendaraan di bahu jalan.

Berita acara ini akan disosialisasikan selama lima hari mulai tanggal 5 sampai 9 September 2022.

Penindakan terhadap pelanggar akan dimulai pada tanggal 10 September 2022.

Selain itu, Husairi meminta kepada Dinas PUPR HSU agar mendata dan mengecek kondisi jembatan yang dilewati kendaraan angkutan barang pada pengalihan arus kali ini.

“Jangan sampai ada hal yang tidak inginkan terjadi di jembatan kita di HSU,” imbuhnya.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait