Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Keluarga, TP-PKK Batola dan BNNK Teken MoU

1). Ketua TP- PKK Batola, Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor dengan Kepala BNNK Batola, AKBP M Agus Wijanarko teken MoU pencegahan narkoba di Keluarga.(ist)muliadi(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Para organisasi wanita dapat berfungsi sebagai motor penggerak untuk menginformasikan terkait bahaya-bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya para ibu-ibu rumah tangga agar mereka bisa memahami dan mengantisipasi terhadap penyebaran narkoba khususnya bagi anggota keluarga.

2).BNNK Batola saat Raker program pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama para organisasi wanita Batola.(ist)muliadi(kalselpos.com)

Demikian disampaikan Kepala
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Barito Kuala (BNNK Batola), AKBP M Agus Wijanarko pada Rapat Kerja (Raker) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, Selasa (12/07/2022).

Bacaan Lainnya

Acara yang berlangsung di Aula Bahalap Setdakab Batola ini melibatkan para organisasi wanita di antaranya PKK, DWP, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, dan lainnya.

Kegiatan langsung dihadiri Kepala BNNK Batola AKBP M Agus Wijanarko dan Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor ini dirangkai penandatanganan perjanjian kerjasama antara BNNK Batola dan PKK Batola dalam rangka penguatan peran keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Raker berisi penyampaian materi dari Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor serta dari Kasi Rehabilitasi BNNK Batola Khairil Yamin Muridun.

“Program pemberdayaan masyarakat anti narkoba, khususnya menyangkut keluarga ini merupakan salah satu program nasional BNN yang wajib dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholder,” ujar M. Agus Wijanarko dalam sambutannya.

Untuk tahun ini, menurut Wijanarko, BNNK Batola juga melibatkan peranan TP-PKK Batola mulai tingkat kabupaten hingga desa. Mengingat wanita mempunyai peran strategis dalam pencegahan keluarga anti narkoba.

Kepala BNNK Batola ini memaparkan, narkoba kini telah menjamah pelosok-pelosok desa di seluruh Indonesia sejak 10 sampai 15 tahun yang lalu.

Yang lebih rentan lagi terhadap daerah-daerah lintasan maupun perbatasan baik yang berbatasan dengan perkotaan, perairan, termasuk wilayah-wilayah yang berbatasan dengan laut yang sering dimanfaatkan para pengedarnya dalam penyebarannya dengan sasaran tidak membedakan jenis dan usia bahkan cenderung mengutama anak-anak usia SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi.

Karenanya, sebut Wijanarko, agar anak-anak selaku generasi penerus ini tidak terjerumus ke dalam kehancuran maka harus dijaga sejak dini yang menuntut peran dan keterlibatan para organisasi wanita.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait