Ratusan Residen Rehabilitasi Lapas Karang Intan ikuti psikoedukasi – coping skill

warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan yang tergabung dalam program rehabilitasi sosial mengikuti kegiatan Psikoedukasi – Coping Skill, Selasa (31/5/22)Jaelani Hasan(kalselpos.com)

Martapura, kalselpos.com – Sebanyak 240 (dua ratus empat puluh) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, yang tergabung dalam program rehabilitasi sosial mengikuti kegiatan Psikoedukasi – Coping Skill yang diharapkan menjadikan mereka mampu mengatasi setiap masalah, Selasa (31/5/22)

Psikoedukasi merupakan salah satu kegiatan pada program rehabilitasi sosial yang diselenggarakan Lapas Narkotika Karang Intan. Materi psikoedukasi yang diajarkan, yakni coping skill (kemampuan mengatasi masalah), yang bertujuan untuk mengurangi tingkat stress dari masing-masing klien dan sehingga mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan lebih baik.

Bacaan Lainnya

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Wahyu Susetyo dalam keterangannya mengungkapkan, coping skill diajarkan kepada residen rehab untuk menjadikan mereka kembali mampu menghadapi setiap masalah yang ditemui selama menjalani kehidupan.

“Pecandu narkoba itu, cenderung mempunyai coping skill yang rendah, sehingga setiap menghadapi permasalahan, cenderung masalah itu terasa berat dan tidak selesai, pada akhirnya mereka memutuskan melarikan diri kepada narkoba lagi, rentan untuk slip dan relapse,” ungkap Kalapas Wahyu Susetyo

Oleh karena itu, Wahyu melanjutkan, Lapas Narkotika Karang Intan melalui program rehabilitasi yang diselenggarakan, mengembalikan kemampuan dasar tersebut, mengajarkan mereka mengaplikasikan coping skill yang baik.

“Sehingga mereka bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Kalapas.

Menggunakan ruang terbuka pada area kunjungan, kegiatan psikoedukasi – coping skill dilaksanakan oleh Konselor adiksi. Klien diberikan penjelasan mengenai coping skill dan contoh penerapan coping skill dalam kehidupan. Klien juga dijelaskan bahwa strategi coping setiap orang berbeda, tergantung kepribadian dan jenis masalah penyebab stres yang dialami.

Hasil penelitian membuktikan bahwa individu menggunakan problem focused coping dan emotional focused coping untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup sehari-hari, dan hal tersebut yang juga diajarkan kepada para klien rehabilitasi Lapas Narkotika Karang Intan.

Kegiatan psikoedukasi kemudian dilanjutkan dengan menganalisa coping skill yang tepat dari contoh kasus yang disampaikan oleh Konselor dan sedang dibahas pada kegiatan, untuk melatih kemampuan coping skill masing-masing klien.

“Saya sangat senang, karena selama ini belum mengetahui mengenai coping skill, dan kurang dapat menyelesaikan masalah, belum mampu menghadapi masalah dengan baik, dan setelah mengikuti coping skill, wawasan saya juga bertambah,” ungkap salah satu klien yang mengikuti psikoedukasi.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.