3 tahun kedepan Kalsel akan krisis jeruk

Ilustrasi bibit jeruk.(ist)Anas Aliando(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Krisis buah jeruk benar-benar bakal terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Betapa tidak, ratusan ribu batang jeruk yang mati akibat terendam banjir awal Januari 2021 lalu menyisakan duka bagi petani jeruk di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala yang selama ini tersohor sebagai penghasil jeruk Madang dan Siam.

Bantuan bibit jeruk yang diberikan Pemprov Kalsel kepada petani sebagai penggantinya belum bisa ditanam semuanya karena petani masih merasa was-was, mengingat curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan banjir kembali datang.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta petani untuk menahan dulu menanam bibit jeruk. Musim hujan masih belum berakhir. Takutnya kalau ditanam terendam lagi,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, belum lama ini.

Dengan tertundanya menanam bibit jeruk, papar Syamsir, maka Kalsel akan mengalami krisis jeruk paling tidak selama tiga tahun kedepan.

“Jeruk baru bisa berproduksi dengan baik pada umur 3 – 4 tahun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bantuan bibit jeruk dari Pemprov Kalsel telah diserahkan kepada petani pada pertengahan November lalu.

Sebanyak 100 ribu bibit jeruk Siam dan Madang sudah diterima petani di dua kabupaten tersebut.

Namun karena musim hujan belum juga usai dan sebagian lahan pertanian masih terendam air, maka bibit jeruk yang diberikan pun tidak semuanya bisa ditanam. Penanaman akan dilakukan setelah musim hujan berakhir.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait