Sambut Jokowi dengan sejumlah Tuntutan, Mahasiswa Kecewa

  • Whatsapp
Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kal-sel Lakukan Unjuk Rasa Didepan Kantor DPRD Kalsel, Kamis (21/10/2021).(Hafidz)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Bersamaan dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) di Kota Banjarmasin, sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergabung dalam BEM Se Kalsel menggelar aksi unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Kalsel, Kamis (21/10/2021).

Sejumlah tuntutan disuarakan dalam aksi tersebut, antara lain membahas tentang RUU Cipta Omnibus Law, Undang Undang Nomor 3 tahun 2009 tentang Minerba, pertambangan batu bara, serta pelemahan KPK di era Firli Bahuri.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya tentang Undang Undang ITE yang mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi, konflik agraria, penegakan HAM yang stagnan, kemunduran demokrasi, kebebasan akademik, komersialisasi pendidikan, kekerasan seksual di ruang lingkup akademik.

Serta pemenuhan pupuk bersubsidi, pemenuhan ekonomi nasional yang masih rapuh, pelepasan kawasan kehutanan, dan pengakuan masyarakat adat.

“Ini adalah gerakan nasional, gerakan ini bukan hanya di Kalsel namun se Indonesia. Disini kami membawa isu yang diklasifikasikan jadi dua yaitu isu nasional dan isu wilayah,” terang Zikri Nur Abadi, Korwil BEM Se Kalsel.

Zikri menjelaskan bahwa aksi ini sudah direncanakan jauh jauh hari dan kebetulan bertepatan dengan momentum kedatangan Presiden ke Kalsel.

“Pejabat DPRD Kalsel saat ini sedang berlomba lomba menyambut kedatangan Presiden dalam acara peresmian jembatan. Kalau begitu kenapa tidak sekalian berlomba lomba datang kesini dan menyampaikan tuntutan kami ke Presiden,” tegas Zikri.

“Padahal selama ini selalu beralasan karena jarak dan sebagainya, dalam momentum kedatangan jokowi ke Kalsel ini kenapa tidak dimanfaatkan untuk merealisasikan tuntutan kami,” tambahnya.

Ia berharap dengan dilakukannya evaluasi 2 tahun kabinet ini ada kejelasan dan realisasi dari isu isu yang dilakukan mahasiswa oleh DPRD dan Presiden khususnya.

“Karena selama ini dari yang kita lihat sampai saat ini, isu isu yang kita bawa tidak ada realisasinya, berjanji akan menyelesaikan soal HAM namun nyatanya tidak ada,” tuturnya.

Sayangnya, harapan mahasiswa tersebut seolah jauh panggang dari api. Rombongan orang nomor satu di Indonesia tersebut tidak melewati Kantor DPRD Kalsel. Dari pantauan di lapangan, rombongan hanya melintas di jalan pangeran Samudera, kemudian belok ke kanan melalui jalan Anang Adenasi. Hal itu praktis mengundang kekecewaan.

“Bapak presiden Jokowi harusnya melihat aksi demokrasi seperti ini. Mestinya jangan datang hanya untuk melihat hal-hal yang baik saja. Disini ada kawan-kawan yang sedang menunggu beliau. Jangan datang hanya untuk melakukan kegiatan seremonial dan mendatangi benda-benda mati. Beliau harus tahu juga konflik-konflik di kalsel,” ungkap Koordinator Aksi, Ahmad Renaldi.

Alhasil, sebelum mengakhiri aksi dengan perasaan hampa, para Demonstran menyerukan yel-yel bernada sindiran untuk Presiden sembari mengangkat kartu merah tanda kekecewaan.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.