Puluhan Tahun, Sengketa 2 Desa akhirnya di Mediasi

  • Whatsapp
Sengketa tapal batas antara Desa Gendang Timburu Kecamatan Sungai Durian dan Desa Magalau Hulu yang berada di Kecamatan Pamukan Barat akhirnya ada titik temu, usai di mediasi pemkab setempat.(kalselpos.com)

KOTABARU,kalselpos.com – Sejak tahun 2000an, sengketa tapal batas antara Desa Gendang Timburu Kecamatan Sungai Durian dan Desa Magalau Hulu yang berada di Kecamatan Pamukan Barat akhirnya ada titik temu.

Bacaan Lainnya

Setelah persoalan keduanya diambil alih oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru, usai dilakukan pertemuan bersama hari ini, Senin (02/08/2021), antara kedua belah pihak yang dipimpin langsung oleh Sekdakab Kotabaru, dihadiri pula oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari 2 daerah setempat, TNI Polri, tokoh adat dan masyarakat.

Dalam kesempatannya, sempat terlihat saling klaim wilayah yang diutarakan oleh perwakilan masing-masing pihak. Namun, pemerintah mengambil sikap agar permasalahan tapal batas tersebut bisa segera selesai tanpa mengurangi dari hak-hak mereka.

“Alhamdulillah, hari ini ada kesepakatan antar keduanya bahwa permasalahannya diserahkan kepada Pemda Kotabaru untuk bisa menyelesaikannya, dan itu dilaksanakan tandatangan bersama yang disaksikan oleh pihak Forkopimcam masing-masing wilayah,” tutur Sekdakab Kotabaru, H Said Ahmad Assegaf kepada Kalselpos.

Menurutnya, saling klaim wilayah antar desa merupakan hal lumrah, namun prinsipnya karena ada aturan yang mengaturnya, tentu nanti akan diselesaikan dengan baik tanpa menghilangkan hak-hak masyarakat.

“2 desa ini adalah 1 rumpun suku dayak, pastinya kita tidak menghendaki terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Ia menjanjikan, paling lambat pada akhir Agustus persoalan tapal batas wilayah tersebut akan rampung. Sehingga nanti dikemudian hari tidak terjadi lagi konflik antar sesama warga disana.

“Mereka bersaudara dan jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut sehingga kerukunan yang sebelumnya baik akan terpecah,” harapnya.

Jainudin, selaku Ketua BPD Desa Gendang Timburu menyampaikan, ia sepakat untuk menyerahkan permasalahan itu kepada pemerintah daerah, dan menjadi harapannya akan terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Permasalahan ini sudah terjadi sejak tahun 2000an, dan sudah beberapa kali diadakan mediasi bahkan ada melibatkan pemerintah hanya saja belum ada titik temunya sehingga masing-masing pihak mengklaimnya.

Dikatakannya lebih jauh, pihaknya memiliki bukti dukung yang kuat, apalagi ada perjanjian bersama ditahun 1954 terkait penetapan batas wilayah masing-masing desa dan itu harus dihormati oleh anak cucu.

“Kita lihat lah nanti seperti apa penyelesaian yang diambil oleh Pemda Kotabaru,” imbuhnya.

Senada dengan itu, salah satu tokoh adat Desa Magalau Hulu, Uncun menyambut baik dengan diserahkannya kepada pemerintah.

“Kami akan menyerahkan dokumen bukti dukung yang dimiliki, mudah-mudahan ada penyelesaiannya sebagaimana harapan masyarakat adat disana,” tambahnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.