Jalankan arisan Bodong, Ibu muda ini ditangkap Polisi

  • Whatsapp
[]istimewa TERSANGKA PENIPU - SWS (20), ibu muda yang jadi tersangka kasus arisan bodong.(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Kepolisian Sektor Tapin Utara terpaksa mengamankan ibu muda yang diduga melakukan arisan online fiktif atau arisan bodong.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Tapin Utara, Iptu Sugiono saat memggelar pres rilis, kepada awak media Kamis (15/7/2021) siang, di Rantau.

Bacaan Lainnya

SWS (20), ibu muda warga Jalan Lembaga Budi, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, ini diduga sudah mengelola arisan secara online sejak bulan Januari sampai Mei 2021.

Arisan online yang dikelola tersangka diikuti puluhan orang dari Kabupaten Tapin.

Ibu muda ini ditangkap di rumahnya, pada Jumat, 09 juli 2021 sekitar pukul 16.30 Wita.

Kapolsek Tapin Utara, Iptu Sugiyono mengatakan pihak mengamankan tersangka penipuan penggelapan dengan mudos pelaku melakukan arisan fiktif.

Adapun kronologisnya, anggota arisan ditawari oleh tersangka untuk membeli arisan dengan total uang para pelapor yang sudah transfer kepada tersangka dengan total sebesar Rp20 juta rupiah, dengan lima kali transfer.

Setelah berjalan 3 bulan arisan online tersebut, mulai terhambat karena uang yang ditransfer oleh para korban kepada tersangka tidak ada kejelasan lagi.

“Arisan fiktif dijalankan dengan waktu singkat mampu menghasilkan uang yang banyak kepada anggota yang ikut arisan yang dikelola tersangka,” ujar Kapolsek.

Adapun kerugian yang diderita masing-masing peserta arisan berbeda – beda, namun total kerugian semuanya berjumlah tiga ratus juta rupiah.

Selain itu, pihak kepolisian menyita dan mengamankan barang bukti dari tangan tersangka, berupa satu buah handphone, rekening koran atas nama rekening Jakfar Sodik Bank BRI, struk pengambilan dan pengiriman uang di ATM.

Sementara tersangka SWS mengaku, arisan online dikelola sejak bulan Januari sampai Mei 2021.

Adapun menjaring anggota arisan ini melalui dengan menuliskan status di media sosial.

“Caranya yakni, kalau ada yang beli untuk diikutkan dalam arisan ditransrer ke rekening saya, terus saya ambil dan kita bayarkan kepada yang membeli,” ujarnya.

Dalam jangka waktu 1 bulan sekali dibayarkan kepada peserta yang ikut arisan yang dikelola.

Tersangka saat ini ditahan di Mapolsek Tapin Utara, dan terancam hukuman Pasal 378 KUHP sub Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan sub penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.