Usai ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PDAM Kapuas didera ‘Setumpuk’ masalah

  • Whatsapp
[]s.a lingga HEARING KE DEWAN – Sejumlah LSM dan pegiat anti korupsi saat melakukan hearing atau dengar pendapat dengan Ketua DPRD Kapuas, Ardiansah, Senin (21/6/21) siang, di Kuala Kapuas.(kalselpos.com)

Kembali ke Dirut baru PDAM Kapuas, Agus Cahyono. ‘Setumpuk’ masalah yang dihadapi petinggi PDAM Kapuas tersebut, diungkapkan sejumlah pegiat anti korupsi serta pihak LSM Forum Pemuda Reformasi (FPR) Kabupaten Kapuas, saat melakukan hearing atau dengar pendapat ke Ketua DPRD setempat, Senin (21/6/21) siang, di Kuala Kapuas.
Sebagaimana disampaikan Ketua LSM FPR Kapuas, Maserani Mahmud, di hadapan ketua DPRD Kapuas, Ardiansah dan sekretaris Komisi II DPRD setempat, H Darwandi, masalah lain yang dihadapi Dirut baru PDAM Kapuas, Agus Cahyono (usai yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan, red), di antaranya dugaan berpindahnya tujuh aset berupa sertipikat tanah milik perusahaan ‘berplat merah’ tersebut kepada pihak ketiga.
“Bukan itu saja, dari hasil investigasi kami di lapangan, tiga buah mobil milik PDAM Kapuas, juga diduga berpindah tangan kepada pihak ketiga,” bebernya.
Sementara, pegiat anti korupsi di Kapuas, H Suriadi, dalam hearing-nya ke Ketua DPRD Kapuas dan ketua Komisi II DPRD setempat, sempat mempertanyakan banyaknya karyawan di perusahaan daerah tersebut, yakni mencapai 400 orang. “Di sana banyak tenaga honor, hingga terkesan mubazir,” ujarnya.
Tak salah, sambungnya, jika banyak karyawan yang kini dilaporkan, belum terbayar atau tertunda pembayaran gajinya oleh pihak PDAM Kapuas. “Yang kami pertanyakan, di mana fungsi Dewan Pengawas PDAM Kapuas. Ini jelas, mamalukan,” tegas H Suriadi.
Mendapat berbagai macam informasi tersebut, ketua DPRD Kapuas, Ardiansah mengaku prihatin. “Ditetapkannya Dirut PDAM Kapuas yang baru menjadi tersangka, jelas membuat kami prihatin, apalagi Dirut sebelumnya sudah jadi terdakwa, disidangkan dan dilakukan penahanan,” bebernya.
Sebagai pimpinan dewan, lanjutnya, ini jelas telah ‘mencoreng’ nama baik Kabupaten Kapuas. “Namun, karena kasusnya sudah ditangani penyidik Kejaksaan, maka kita serahkan saja sepenuhnya kepada proses hukum,” tegas Ardiansah.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.