Terungkap di Persidangan Kasus PD Baramarta, mantan Ajudan Bupati akui terima uang hingga Rp32 juta

  • Whatsapp
[]istimewa BERI KESAKSIAN - Mantan ajudan Bupati Banjar di era kepemimpinan KH Khalilurrahman, yakni Nuriyadi Rahman, saat memberikan kesaksian dalam persidangan kasus yang menjerat mantan Dirut PD Baramarta, Teguh Imanullah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Senin (21/6/2021) petang.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Mantan ajudan Bupati Banjar di era kepemimpinan KH Khalilurrahman, yakni Nuriyadi Rahman, dihadirkan dalam persidangan kasus yang menjerat mantan Dirut PD Baramarta, Teguh Imanullah.
Teguh yang menjadi terdakwa dalam perkara penyalahgunaan dana kas PD Baramarta tersebut, hadir secara virtual dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Senin (21/6/2021) petang.
Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Sutisna Sarasti, masih beragendakan pemerikaan keterangan saksi, khususnya terhadap mantan ajudan Bupati Banjar, KH Khalilurrahman.
Melalui sederet pertanyaan dari majelis hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim Penasihat Hukum terdakwa, umumnya menggali sejauhmana saksi Nuriyadi Rahman yang berstatus ASN itu, mengetahui perihal dugaan penggunaan dana kas PD Baramarta oleh terdakwa Teguh Imanullah.
Dalam keterangannya di depan persidangan, saksi Nuriyadi mengakui pernah menerima sejumlah uang dari terdakwa, baik melalui transfer rekening bank, secara langsung maupun berupa tunai, yang dititipkan melalui mantan Sekretaris PD Baramarta, Herlina.
Diakui saksi, ia pernah menerima transfer uang sebesar Rp15 juta dari terdakwa pada tahun 2017. “Tahun 2017 saya pernah membagikan undangan pernikahan saya, lalu saya dihubungi oleh terdakwa dibantu ditransfer Rp15 juta. Saya tidak meminta,” ucapnya.
Sedangkan di tahun 2019, saksi mengaku pernah menghubungi terdakwa untuk membantu meminjamkannya uang untuk keperluan operasi sang isteri senilai Rp5 juta.
Selain itu, dalam rentang waktu dari tahun 2017 hingga 2020, saksi juga membenarkan pernah menerima sejumlah uang dari terdakwa yang dititipkan melalui mantan Sekretaris PD Baramarta dengan besaran antara Rp500 ribu dan Rp750 ribu, hingga pemberian uang tercatat senilai kurang lebih Rp32 juta.
Nuriyadi Rahman menyatakan baru mengetahui uang yang diterimanya dari terdakwa diduga merupakan aliran dana kas PD Baramarta, setelah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan.
Karenanya, ia pun lantas, berinisiatif untuk mengembalikan uang sebesar Rp32 juta tersebut kepada penyidik.
Di bagian lain, saksi juga pernah mengantarkan proposal sebelum Ramadan tahun 2020 bantuan CSR guru atas perintah atasan. Nilainya dalam proposal Rp320 jutaan, dibantu Rp100 juta, jelasnya.
Selain itu, saksi juga mengaku pernah diminta oleh pejabat di Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar untuk meminjamkan dana untuk keperluan pembelian tiket penerbangan bupati, karena dana kas di Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, belum dapat dicairkan. “Namun dana tersebut sudah dikembalikan pihak Sekretariat Daerah kepada PD Baramarta,” ungkap Nuriyadi Rahman.
(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.