Mantan Kades Kahuripan dijatuhi Vonis 4 tahun Penjara

  • Whatsapp
SIDANG PUTUSAN - Suasana sidang putusan perkara korupsi DD dan ADD dengan terdakwa FGSS, mantan Kades Kahuripan Permai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya, Selasa (15/6) siang.(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalselpos.com – FGSS, mantan Kepala Desa (Kades) Kahuripan Permai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa ( ADD) Tahun Anggaran 2018-2019, Selasa (15/6/21) siang, dijatuhi vonis selama 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Kalteng.

IKUTI SIDANG – Terdakwa mantan Kades, yakni FGSS saat mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Palangka Raya, Selasa (15/6) siang.(kalselpos.com)

Selain itu, majelis hakim yang diketuai Totok Sapto Indrato dengan anggota Irfanul Hakim dan Aunar Sakti Siregar juga menghukum terdakwa dengan denda sebesar Rp200 juta, apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.
Bukan itu saja, terdakwa FGSS juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp584.186.251, dan apabila tidak dibayar selama satu bulan setelah putusan mempunyai hukum tetap, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.
Sebelumnya, Amir Giri SH MH selaku ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa dengan hukuman 6,5 tahun penjara, usai fakta-fakta yang terungkap di persidangan, mulai dari pemeriksaan saksi, ahli, surat dan pemeriksaan terdakwa sendiri.
Jaksa berkeyakinan, FGSS terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 b UU 20 Tahun 2001 jo UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.