Upah dan lembur, dua kasus terbanyak dilaporkan pekerja

  • Whatsapp
Kantor Balai Pengawas Ketenagakerjaan Daerah Wilayah I.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah I yang meliputi Kota Banjarmasin dan Barito Kuala (Batola), masih banyak menerima laporan dari pekerja kasus upah dan lembur.

“Dua kasus itu selalu mendominasi. Namun selalu bisa diselasaikan dengan baik,” ungkap Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah I, Sabrina Hermanasari melalui Pengawas Madya, Purwoko kepada kalselpos.com, Senin (14/6/2021).
ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan untuk kasus Kesehatan dan Keselamatan Kerja  (K-3) tidak ada yang melaporkan sepanjang tahun 2019 sampai Juni 2021 ini.

“Yang ada malah temuan dari pengawas kami yang melakukan pemeriksaan. Tapi bisa diselesaikan juga dengan dilakukan pembinaan,” terang Purwoko.

Diutarakan, jumlah pengawas ketenagakerjaan saat ini masih sangat kurang. “Perusahaan yang kami awasi di dua wilayah, yaitu Banjarmasin dan Batola. Jumlahnya ada 1.700 perusahaan. Yang mengawasi cuma 9 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, satu pengawas idealnya dalam satu bulan mengawasi 5 perusahaan. “Coba kalikan saja dengan 9 orang berarti dalam satu tahun tidak sampai 600 perusahaan yang bisa kita awasi,” sebutnya.

Akibat kurangnya tenaga pengawas, lanjut Purwoko, maka membuat sebagian perusahaan masih abai dengan kewajibannya kepada pekerja.

“Ini manusiawi lah. Pengawas tidak bisa mengawasi maka perusahaan agak kendor-kendor lah. Tentu beda dengan yang diawasi, mereka tidak lalai dengan kewajibannya,” tambahnya.

Kepada pekerja, Purwoko mengharapkan selalu menjaga kondusifitas dan tidak berbuat diluar perturan dan undang-undang  meskipun ditempat kerjanya ada kasus.

“Kalau ada masalah ada salurannya. Kalau kasus tidak normatif diskusikan dulu dengan pimpinan. Yang normatif silakan adukan, laporkan dan konsultasi kepada Balai setempat,” tandasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.