PK tak dikabulkan, MK perintahkan PT PLN Kalselteng ganti rugi Rp300 juta ke Petani Ikan

  • Whatsapp
[]s.a lingga MENANGKAN GUGATAN – Tim kuasa hukum Desa Awang Bangkal, Adv Junaidi SH MH dan Sugeng Aribowo SH MH, saat memberi keterangan kepada kalselpos.com, Rabu (5/5/21) siang, terkait kemenangan kliennya terhadap PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng.

Banjarmasin, kalselpos.com – Gugatan ganti rugi yang dilayangkan 53 petani tambak ikan Desa Awang Bangkal, Kabupaten Banjar terhadap PT PLN Rayon Martapura, 2 tahun lalu, berbuah ‘manis’.
Itu setelah, Mahkamah Agung RI, menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan pihak PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng melalui Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Tinggi (Kejari) Kalsel, sekaligus membayar ganti rugi sebesar Rp300 juta kepada 53 orang petani tambak ikan Desa Awang Bangkal.
Sebelumnya, Pengaadilan Tinggi (PT) Banjarmasin mengabulkan sebagian tuntutan ganti rugi masyarakat terhadap PT PLN Rayon Martapura. Mereka menuntut lembaga ‘plat merah’ tersebut, bertanggungjawab atas matinya ikan akibat ditutupnya turbin pembangkit listrik di jaringan PLTA Riam Kanan.
Tak puas dengan putusan tersebut, pihak PT PLN pun langsung melayangkan PK ke Mahkamag Agung,
Dengan putusan penolakan PK bernomor 24/Pdt.G/PN Mtp Jo Nomor 53/PDT/218/PT.BJM Jo Nomor 1479 K/pdt/2019 jo Nomor 1045.PK/Pdt/2020 tertanggal 30 April 2021 dan diterima jurusita Penganti pada Pengadilan Negeri Kelas I A Banjarmasin tersebut, maka gugatan ganti rugi tersebut kembali dimenangkan warga Desa Awang Bangkal atas nama Muhammad dan kawan-kawan.
Perlu diketahui dimana dalam gugatan perdata ini, warga meminta ganti sebelumnya meminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar kepada PT PLN akibat penutupan turbin listrik, hingga air tak mengalir dan membuat ikan yang ada di tambak terapung mati.
Akibat dari penutupan itu, ikan yang ada di tambak tak bisa dipanen. Sedikitnya, ada 53 petani ikan di Desa Awang Bangkal yang menderita kerugian akibat penutupan turbin.
Sekedar diketahui, pada gugatan perdata tingkat pertama di PN Martapura, gugatan 53 petani ikan di Desa Awang Bangkal dinyatakan ditolak. Namun, saat perkaranya di Banding, Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin, justru mengabulkan sebagian gugatan, sehingga pihak PLN melalui Pengacara Negara dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Kalsel mengajukan Kasasi namun ditolak.
Dengan ditolaknya PK pihak PLN, maka menurut kuasa hukum warga Desa Awang Bangkal, Adv Junaidi SH MH dan Sugeng Aribowo SH MH, kepada kalselpos.com, Rabu (5/5/21) siang, maka pihak PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng, harus membayarkan gantirugi sebesar Rp300 juta.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Bacaan Lainnya

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.