KPK keluarkan SP3 Perdana untuk perkara Sjamsul Nursalim

  • Whatsapp
Sjamsul Nursalim.(ist)

kalselpos.com -Sepanjang berdirinya institusi penegak hukum, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendapat landasan hukum berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2019 tentang Revisi UU KPK, baru pertama kalinya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

SP3 itu diberikan KPK kepada dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan oleh tersangka SN (Sjamsul Nursalim) selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan istrinya ISN (Itjih Sjamsul Nursalim).

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami akan mengumumkan penghentian penyidikan terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh tersangka SN (Sjamsul Nursalim) selaku pemegang saham pengendali BDNI dan ISN (Itjih Sjamsul Nursalim) bersama-sama dengan SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Kamis (1/4) di Jakarta.

SP3 tersebut ditetapkan pada 31 Maret 2021 dan KPK akan memberitahukan kepada tersangka mengenai penghentian penyidikan perkara.

Dijelaskannya, KPK mengeluarkan SP3 tersebut untuk memberikan kepastian hukum.

“Sebagai bagian dari penegak hukum, maka dalam setiap penanganan perkara KPK memastikan akan selalu mematuhi aturan hukum yang berlaku. Penghentian penyidikan ini sebagai bagian adanya kepastian hukum dalam proses penegakan hukum,” tuturnya.