Tersangka korupsi Dana Desa di Palingkau diduga rugikan negara lebih dari Setengah Miliar

  • Whatsapp
[]istimewa SERAHKAN TERSANGKA - Kacabjari Kapuas di Palingkau saat menyerahkan tersangka korupsi dana desa berinisial FGS ke JPU setempat, Selasa (19/1/21) l kemarin, di Kuala Kapuas.

Kuala Kapuas,kalselpos.com– Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Kapuas di Palingkau, Amir Giri Muryawan SH, menyatakan jika, pada Selasa (19/1) kemarin, pihaknya telah menyerahan tersangka dan barang bukti (tahap-II) kasus tindak pidana korupsi Dana Desa sekaligus Anggaran Dana Desa (DD dan ADD) Desa Kahuripan Permai, dengan tersangka berinisial FGS.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Penyerahan tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kapuas tersebut.

“Jadi untuk selanjutnya sudah masuk ke tahap penuntutan dan tanggungjawabnya beralih kepada JPU, ” ungkapnya.

Amir Giri Muryawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan tersangka FGSS dan telah dapat dijawab dengan baik oleh tersangka,

Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap-II) tersebut, dilaksanakan di Rutan Klas IIB Kuala Kapuas. Dikarenakan masih situasi pandemi Covid-19, hingga tidak mungkin mengeluarkan tahanan.

“Selanjutnya tersangka dilakukan penahanan Rutan kembali oleh JPU untuk 20 hari ke depan,” ucapnya.

Diharapkan, dalam jangka waktu 20 hari ke depan, kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Palangaka Raya untuk disidangkan.

Ditambahkan Amir, tersangka FGS selaku Kepala Desa Kahuripan Permai, diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan d
DD dan ADD) tahun 2018 dan 2019 yang merugikan keuangan negara lebih dari setengah miliar atau tepatnya sebesar Rp584.186.251.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : iwan cavalera
Editor : s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements