Kabupaten Banjar bakal Hancur bila ‘diracuni’ politik Transaksional

IKUT BERBICARA - Guru Oton saat ikut berbicara di silaturahmi ke guru pengajar di Pondok Pesantren SMIH Martapura, di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Sabtu (17/10) lalu.

Banjarmasin, kalselpos.com – Kandidat bupati Banjar 2020-2024, DR Andin Sofyanoor SH MH (Andin) menyebutkan, kabupaten berjuluk ‘Serambi Mekkah’, ini akan hancur bila ‘diracuni’ politik transaksional berlangsung di Pilkada setempat Desember 2020 nanti. Ini disampaikannya saat bersilaturahmi ke guru pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) SMIH Martapura, di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Sabtu (17/10) lalu.


Ponpes Hidayatullah dulunya disebut SMIH Martapura. Andin dan KH Muhammad Syarif Busthomi (Guru Oton) bertemu langsung dengan para guru pengajar sekaligus ‘Paguruan’ bagi Guru Oton.
Pertemuan ini tentu saja sangat berkesan bagi kandidat Wabup Banjar 2020-2024, Guru Oton, sebab ia juga adalah alumni Ponpes Hidayatullah tersebut.
Apa yang disampaikan pasangan berjuluk ‘Banjar Bersinar’ ini? Andin hanya mengungkapkan kegelisahannya untuk masa depan Kabupaten Banjar, bilamana memilih pemimpin berdasarkan kapitalis suara yang bisa dibeli.
“Adakah harapan Kabupaten Banjar untuk maju, kalau pilih pemimpin ditentukan secara transaksional bukan rasional dan sesuai hati nurani. Tidak akan pernah bisa maju bila demikian. Karena, yang menang adalah kapitalis,” jelasnya.
Tidak ada perubahan dan perbaikan di Kabupaten Banjar, tidak bakal bisa maju justru kehancuran. “Bicara tentang kesejahteraan para guru, itu adalah prioritas dari program kami,” ungkap Andin, yang juga menyekolahkan anaknya di Ponpes Hidayatullah Martapura dan Gontor.
Bagaimana dengan kandidat Wabup Banjar 2020-2024? Guru Oton menyatakan, bidang pendidikan benar-benar serius menjadi program prioritas, sekaligus meningkatkan kemampuan pelajar, santri dan kesejahteraan para guru.
“Misi pendidikan, mencetak banyak kader ulama berkualitas. Beasiswa santri setiap tahun untuk lima sampai 100 orang meneruskan pelajaran ke luar daerah dan ke luar negeri, seperti Mesir, Maroko, Hadromaut dan sebagainya,” ucap dia.
Disebutkan, ini bukan janji-janji tapi program yang harus dilaksanakan ketika duduk sebagai kepala daerah.
Mengembalikan seperti dahulu sebagaimana Kabupaten Banjar sebagai kota ‘Serambi Mekkah’. “Mohon doa restu dan dukungannya. Semoga ini bisa menjadi kebaikan bagi kami, kita dan kebaikan bersama,” ungkapnya.
Satu harapan dari Guru Oton kepada guru-guru di Ponpes Hidayatullah atau SMIH Martapura, mereka menjadi penasihat agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.
Berdirinya Pesantren Hidayatullah ini diawali oleh prakarsa tiga serangkai, yakni KH M Hasyim Mochtar El-h, KH M Nashrun Thahir serta KH Ahmad Nawawi Marfu.

Bacaan Lainnya

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

[]penulis/editor :s.a lingga/rel