Hasil Swab Negatif, Tak Ada Klaster Demonstrasi di Banjarmasin

FRI Kalsel pastikan tak ada yang positif Covid-19 dalam aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law (Hafidz)

Banjarmasin, kalselpos.com – Hasil tes swab terhadap empat orang demonstran yang hasil rapid tesnya reaktif saat ikut aksi tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (15/10/2020), akhirnya di ungkap.

Semuanya dipastikan negatif terinfeksi virus corona (Covid-19) berdasar hasil tes usap atau swab yang dilakukan di salah satu rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Kabar baik itu disampaikan oleh Gusti M Toriq, perwakilan mahasiswa dan Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Kalsel.

Berdasar keterangan dari Gusti, hasil tersebut diterimanya langsung dari Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Dr. Sugeng Riyadi.

“Saat rapid tes ada empat orang yang reaktif dan setelah diswab hasilnya negatif,” kata Sugeng yang dilanjutkan oleh Gusti kepada awak media, Sabtu (17/10/2020).

Diketahui, sebanyak 374 muda-mudi diamankan petugas Kepolisian dan langsung digiring ke Mako Polda Kalsel sebanyak 270 orang serta ke Mako Polresta Banjarmasin sebanyak 104 orang, Kamis (15/10/2020) sore.

Mereka yang diamankan diketahui berusia 13 sampai 23 tahun itu lantaran diduga akan menyelinap masuk dalam barisan demonstran penolakan UU Cipta Kerja Jilid II yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Disamping itu, pemuda dengan sapaan Gusti itu menyayangkan kejadian pemulangan ratusan massa yang sempat mengamankan itu terkesan lamban diproses oleh pihak kepolisian.

“Kami sangat menyayangkan atas proses yang lambat terkait pemulangan massa, dan juga penggiringan opini terkait klaster covid-19” ujar aktivis mahasiswa ini.

Gusti menyatakan, sebelumnya ia sempat datang ke Polda Kalsel untuk memastikan bahwa massa yang diamankan bukan demonstran aksi tolak omnibus law dan mereka sebenarnya diamankan di luar titik kumpul.

Ia juga menyebutkan, bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas massa yang diamankan petugas tersebut khususnya yang mendapat sangkaan pidana.

“Namun sebagai bentuk solidaritas rakyat mereka mencoba mengawal massa yang diamankan hingga dipulangkan dengan sehat dan selamat,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri