Kreatif ditengah Pandemi, Limbah Kayu disulap jadi Miniatur Kapal

Proses pengerjaan kerajinan miniatur kapal.

Kotabaru,kalselpos.com – Ditengah masa pandemi Covid-19 yang masih dirasakan oleh masyarakat tentunya aktifitas diluar rumah terbatas dan itu dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus yang telah banyak memakan korban tersebut.

Sutanto, salah satu pengrajin miniatur kapal.

Untuk mengatasi kejenuhan hanya berdiam diri dirumah saja, komunitas nelayan yang berada di Desa Gedambaan, Kecamatan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru justru membuat kreasi dengan memanfaatkan limbah kayu bekas yang biasanya hanya dijadikan sebagai kayu bakar saja.

Bacaan Lainnya

Sutanto, salah satu nelayan Gedambaan mampu membuat kreatifitas dari kayu bekas dijadikan miniatur kapal yang bernilai ekonomis tinggi. Bukan hanya bermodalkan itu saja, namun dari segi peralatan pun sangat sederhana dari gergaji tangan, pahat, pisau kecil dan berbagai macam alat lainnya.

“Karena pandemi sekarang, saya yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan tangkap ikan, memunculkan ide gagasan untuk bisa memanfaatkan limbah kayu yang akan dijadikan kayu bakar agar bisa diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujarnya kepada kalselpos.com, saat dijumpai di area kerjanya, Rabu (5/8).

Bahkan, katanya melanjutkan, ada 1 buah kapal berjenis pinisi yang belum selesai pengerjaannya sudah ditawar oleh masyarakat dengan harga yang lumayan tinggi. Namun, karena belum finish sehingga tidak dijual. Untuk bahan bakunya sendiri, didapat dengan sangat mudah dari gunung dan sekitaran bukit di daerah Gedambaan, dan untuk sementara ada 3 buah kapal yang dibuat yakni, kapal pinisi, kapal pesiar dan terakhir adalah kapal angkutan.

“Kami berharap potensi kerajinan tangan ini kedepannya semakin berkembang dan dapat memberikan nilai positif kepada nelayan untuk menambah penghasilan yang bukan hanya didapat dari mencari ikan saja,” harapnya.

Sementara, salah seorang masyarakat Kabupaten Kotabaru, Octa Tri Nurhidayat menilai, apa yang dilakukan oleh nelayan Desa Gedambaan sangat positif sekali serta memberikan nilai plus untuk menambah penghasilan.

“Jujur saja, saya selaku masyarakat sangat berminat dengan kerajinan buatan mereka dan itu sangat menjanjikan untuk dikembangkan kedepannya,” katanya santai.

Kepada pemerintah, Octa berharap agar bisa memperhatikan komunitas nelayan yang berkreasi dengan baik tersebut, dan untuk pengembangan kedepan, menurutnya kenapa tidak. Karena bisa dijadikan sebagai souvenir bagi tamu-tamu yang datang dari luar daerah dengan kemasan semenarik mungkin.

“Bisa saja nanti hasil karya mereka di ikutkan pada ajang pameran expo dan tidak menutup kemungkinan ada banyak orang yang pesan dari luar daerah dan itu menambah daya tarik bagi daerah ini,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fauzi
Editor : Aspihan Zain