Optimalisasi Pendapatan Daerah Menuju New Normal life

  • Whatsapp
Kabid pengelolaan pendapatan daerah Bakeuda Provinsi Kalsel, H Rustamaji.

BANJARMASIN, Kalselpos.com -Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo memprediksi kondisi perekonomian di Kalsel khususnya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan mengalami penurunan cukup signifikan antara 30 hingga 50 persen.

 

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo.

Hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari pandemi corona (Covid -19). Ini bukan saja terasa dari segi kesehatan dan sosial masyarakat akan tetapi hampir semua lini termasuk ekonomi.

“Jika ekonomi masyarakat terganggu tentu potensi pendapatan pajak mengalami imbasnya, yakni penurunan,” ujar Imam kepada kalselpos, Selasa (02/06).

Sehingga, upaya menyelaraskan semuanya maka harus ada usaha kerja keras dari stakeholder terkait. Mengenai persoalan ini, jika tidak ditanggulangi tentu besar pengaruhnya bagi daerah dalam menunjang pembangunan

“Sekecil apapun peluang PAD akan kita ambil karena ini demi kelangsungan kesejahteraan rakyat,”ungkapnya.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Sejak pandemi ini, lanjutnya, memang realisasi PAD baik tahun 2020 hingga 2021 anjlok. Oleh karena itu perlu mengambil kebijakan untuk menyiasatinya, karena Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Senada Kabid pengelolaan pendapatan daerah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel, H Rustamaji menjelaskan, kita melakukan optimalisasi pelayanan untuk memaksimalkan penerimaan itu kita sepakat.

Diakuinya siklus ekonomi mulai dari perkembangan dunia usaha dan semua sektor pendukung mensupport income yang dapat terpenuhi untuk pembiayaan operasional termasuk pemenuhan kewajiban membayar pajak, retribusi daerah dan pendapatan lainnya,

“Artinya perbaikan sektor ekonomi lebih diutamakan kemudian mengikuti optimalisasi pendapatan, baik itu di sektor PAD maupun dana transfer pusat ke daerah,”terangnya.

Dikatakannya, kita sepakat apa yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo yaitu, dengan meningkatkan pelayanan untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dengan Inovasi mengembangkan yang sudah ada.

Tinggal memperluas kerjasama dengan pihak atau Organisasi Perangkat Daerah
(OPD), terutama pembayaran melalui moderen chanel atau secara online dimasa new normal dengan protap pencegahan penyebaran lebih terkendali.

“Kondisi ekonomi sekarang, bertahan saja sudah cukup baik, namun tetap semangat menatap kedepan lebih optimis dengan ikhtiar serta doa,”pungkasnya.

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *